Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 26, 2011

Ngobrol Komunitas NPS di She Radio

Setelah pihak She Radio menelepon Humas Komunitas Nimas Putri Sabdojati (NPS), Rere Nia Achmad, untuk menyampaikan undangan talkshow, pengurus inti Komunitas NPS akhirnya memenuhi undangan tersebut, Sabtu (24/9) lalu. ketua komunitas Ny. Aidah, sekretaris komunitas Indriyana Kusuma dan wakil ketua yang juga Humas komunitas Rere melakukan typing talkshow komunitas di Studio She Radio di Kawasan Dukuh Pakis Surabaya. Mbak Beatrix dari She Radio yang menggawangi proses typing sore itu begitu bersahabat. Dia melontarkan pertanyaan seputar Komunitas NPS secara bergiliran selama kurang lebih satu jam. (rr)

Simak profil singkat Komunitas NPS bareng Ny. Aidah di Radio She 99.60 Fm pada jadwal berikut :
1. Senin, 3 Oktober 2011 – Pukul 18.45 WIB
2. Rabu, 5 Oktober 2011 – Pukul 16.30 WIB
3. Kamis, 6 Oktober 2011 – Pukul 11.45 WIB
4. Jumat, 7 Oktober 20111 – Pukul 08.45 WIB
5. Sabtu, 8 Oktober 2011 – Pukul 10.30 WIB
6. Minggu, 9 Oktober 2011 – Pukul 13.45 WIB

Kalau pengen kenal Rere Nia Achmad, simak profil singkatnya di Radio She pada jadwal berikut :
1. Senin, 3 Oktober 2011 – Pukul 06.30 WIB
2. Rabu, 5 Oktober 2011 – Pukul 20.45 WIB
3. Kamis, 6 Oktober 2011 – Pukul 12.30 WIB
4. Jumat, 7 Oktober 2011 – Pukul 09.45 WIB
5. Sabtu, 8 Oktober 2011 – Pukul 18.30 WIB
6. Minggu, 9 Oktober 2011 – Pukul 14.45 WIB

Ny. Aidah di sebelah Mbak Beatrix yang sibuk menyiapkan keperluan wawancara

Ny. Aidah di sebelah Mbak Beatrix yang sibuk menyiapkan keperluan wawancara

Indriyana bersiap diwawancara

Indriyana bersiap diwawancara

Rere dapat  giliran  paling akhir

Rere dapat giliran paling akhir

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | Agustus 19, 2011

HUT Ke 66 RI & HUT Ke 5 Majalah Kirana

Komunitas Nimas Putri Sabdojati dan Ny. Aidah mengucapkan HUT Ke 66 Kemerdekaan RI dan HUT Majalah Kirana

Iklan HUT RI 66 & HUT Majalah KIRANA Ke 5

Iklan HUT RI 66 & HUT Majalah KIRANA Ke 5

Publikasi : Majalah Kirana Edisi 59 / Bulan Agustus 2011

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | Juli 11, 2011

Aidah Raih Citra Wanita Kartini Award 2011

Ny. Aidah mendapatkan ucapan selamat dari Mardiyanto saat menyerahkan penghargaan

Ny. Aidah mendapatkan ucapan selamat dari Mardiyanto saat menyerahkan penghargaan

Ny. Aidah berfoto bersama Mardiyanto

Ny. Aidah berfoto bersama Mardiyanto

Sepanjang waktu Ny. Aidah tidak pernah berhenti mengajar senam aerobik. Rutinitas hariannya tak lepas dari tindakan memberi dan menolong orang lain dengan kemampuannya melakukan penyembuhan alternatif melalui transfer energi. Seiring dengan aktivitasnya itu kiprah Ny. Aidah kian bertambah. Rupanya, dedikasi Ny. Aidah dilirik dan dinilai oleh Yayasan Prestasi Indonesia. Pada malam Peringatan Hari Kartini, Jumat (22/4) lalu, Ny. Aidah dianugerahi Citra Wanita Kartini Award 2011. “Saya tidak tahu dan tidak menyangka dapat award dari YPI,” ujar Ny. Aidah.
Penyerahan Citra Wanita Kartini Award tahun 2011 dikemas dalam bentuk seremonial bertajuk “Citra Wanita Kartini dan Tokoh Prestasi Indonesia 2011” di Ballroom Amartapura Grand Candi Hotel, Semarang, Jawa Tengah. Malam penganugerahan award dihadiri 20 wanita berprestasi dan 23 tokoh penerima award dari seluruh Indonesia yang dinilai telah memberikan karyanya dalam memajukan Bangsa Indonesia. Turut hadir dalam acara, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Rudi Apriyanto beserta perwakilan Ketua TP PKK Jawa Tengah.
Aidah menerima Citra Wanita Kartini Award bersama dengan wanita berprestasi lainnya seperti Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Novita Wijayanti, SE., MM, Wakil Bupati Kerawang Jawa Barat, Hj. Eli Amalia Priatna, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Dra. HJ. Sulistyowati Suparwadi, SH, SN, dan lain sebagainya. Wanita yang malam itu berkebaya hijau mengatakan senang dengan diberinya award karena dapat menambah semangat bagi dirinya maupun para penerima lainya untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi.
Citra Wanita Kartini Award 2011 diserahkan langsung oleh Mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah dan Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mardiyanto, kepada Aidah. “Kehadiran Pak Mardiyanto menyerahkan award kepada saya memacu saya agar tidak berhenti berkarya dan berbuat sesuatu yang positif. Saya ingin bisa menjadi orang yang mendorong dan menginspirasi orang lain agar perbuatan sekecil apapun jika itu baik dan dilandasi rasa ikhlas pasti akan berbuah manis,” kata Aidah yang datang didampingi anak sulungnya, Sandi Al Mizan.
Seperti yang ditulis dalam buku katalog acara maupun beberapa media massa, Ny. Aidah dikenal sebagai instruktur senam aerobik. Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0816 Sidoarjo ini juga memiliki kemampuan dalam menyembuhkan berbagai penyakit medis maupun non media melalui transfer energi. Dua keahlian yang dimiliki ini kemudian dikolaborasikan dan dikembangkan menjadi senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati (NPS). Berkat paduan antara senam dan pengobatan alternatif, Aidah mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Posmo Award 2005 dan Kirana Award 2009. Namun, Aidah merasa ada yang kurang dalam hidupnya jika hanya memberikan instruksi senam dan penyembuhan berbagai penyakit. Bersama sahabatnya, Indriyana Kusuma, Aidah kemudian mendirikan Komunitas Nimas Putri Sabdojati.
“Komunitas ini untuk mewadahi para penghobi senam aerobik alternatif untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan sekitarnya,” tutur Aidah yang meresmikan komunitas NPS pada 15 November 2008. (ree)

Ny. Aidah didampingi anaknya, Sandi Al Mizan, saat menerima penghargaan

Ny. Aidah didampingi anaknya, Sandi Al Mizan, saat menerima penghargaan

Publikasi : Majalah Kirana, Edisi 57, Bulan Mei 2011

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 18, 2011

Komunitas NPS Resmi Menjadi Anggota FORMI Sidoarjo

Ketua FORMI Sidoarjo menjabat tangan pengurus Komunitas NPS usai dikukuhkan

Ketua FORMI Sidoarjo menjabat tangan pengurus Komunitas NPS usai dikukuhkan

Pak Tjip, Ketua FORMI Sidoarjo dan Wabup Sidoarjo, memberikan sambutan usai pengukuhan

Pak Tjip, Ketua FORMI Sidoarjo dan Wabup Sidoarjo, memberikan sambutan usai pengukuhan

Ny. Aidah memimpin senam aerobik alternatif berkebaya

Ny. Aidah memimpin senam aerobik alternatif berkebaya

Mulai dari yang berkostum petani, dokter hingga tentara ikut bersenam

Mulai dari yang berkostum petani, dokter hingga tentara ikut bersenam

Tetap asyik meski berkebaya

Tetap asyik meski berkebaya

Sukses menggelar senam berkebaya pada Peringatan Hari Kartini 2010, Komunitas Nimas Putri Sabdojati kembali mengadakan kegiatan serupa, Minggu (17/4) lalu. Meski serupa, tapi ada yang berubah. Jika tahun lalu hanya berkebaya, tahun ini sebagian anggota komunitas menggunakan pakaian berbagai profesi pekerjaan. “Ini untuk menunjukan bahwa wanita saat ini juga bekerja diberbagai bidang. Tidak hanya di dapur, atau di rumah,” kata Ny. Aidah, Ketua Komunitas NPS.

Kemeriahan peringatan Hari Kartini tidak hanya dirasakan oleh seluruh anggota komunitas maupun penonton yang hadir di halaman parkir kawasan Mandiri Residence, Krian, Sidoarjo. Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjom MG. Hadi Sutjipto, SH., MM beserta pengurus FORMI Kabupaten Sidoarjo  juga larut dalam acara.

Kehadiran pria yang akrab dipanggil ‘Pak Tjip’ yang juga Wakil Bupati Sidoarjo ini sekaligus mengukuhkan Komunitas Nimas Putri Sabdojati menjadi anggota FORMI Kabupaten Sidoarjo. (ree)

Berita Peringatan hari Kartini 2011 ala Komunitas Nimas Putri Sabdojati sekaligus pengukuhan Komunitas NPS sebagai anggota Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat  Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjo oleh Ketua FORMI Kab Sidoarjo yang juga Wakil Bupati Sidoarjo, MG. Hadi Sujipto, SH., MM bisa dibaca di http://www.surya.co.id atau disini

Terima kasih untuk :

Air Mineral ‘Cleo’

Teman-teman media yang datang meliput dan memuat/menyiarkan berita acara : Harian Surya (terimakasih juga buat foto Mas Mustain), Harian Radar Surabaya, TVOne, dan TransTV

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 6, 2011

Aidah : Berbuat Untuk Orang Lain

Menolong orang lain tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk membantu, tapi lebih dari itu, rasa ikhlas yang membuat usaha membantu itu menjadi ringan. Hal itulah yang dirasakan Aidah. Setiap hari membantu orang lain dengan kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit secara alternatif menyita waktu dan menguras tenaga. Namun Aidah melakukannya dengan senang hati. Jika orang lain sembuh dari sakitnya, itu adalah kepuasan yang menjadi penghilang rasa lelah. Baginya, semua yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT akan menjadi menyenangkan dan mudah.
Kemampuan Aidah menyembuhkan berbagai penyakit medis dan non medis dengan melakukan transfer energi didapatkan sejak kecil. Putri pasangan Muchayah dan Abdul Khamid (alm) mengasah kemampuan itu secara bertahap. Meski sudah bisa mengobati penyakit beberapa orang terdekatnya, Aidah masih belum percaya diri untuk melakukan pada orang lain. Pada tahun 2000, Aidah mempelajari ilmu senam aerobik dan menjadi instruktur senam. Tiga tahun kemudian, barulah istri Budi Wahono ini berani mengobati orang lain yang memiliki keluhan penyakit. Ia tidak hanya mengobati masyarakat umum dari segala kelas sosial, tapi juga para pejabat di lingkungan pemerintahan.
Kemampuan mengajar senam aerobik dan mengobati penyakit dengan transfer energi ini memberinya jalan petunjuk untuk menggabungkan dua keahlian itu. Jadilah Aidah instruktur senam yang mengajarkan senam aerobik alternatif. Dari kemampuan yang unik inilah, tahun 2005 Aidah meraih Posmo Award kategori Energi Penyembuhan Lewat Gerakan Senam.
Seiring dengan prestasi itu, karir Aidah semakin gemilang. Tapi, bukan penghargaan dan gelimang harta yang dicari, Aidah tetap rendah hati dan rela menyembuhkan penyakit orang lain tanpa imbalan sepeser pun. Menurut Aidah, kemampuan menyembuhkan itu suatu anugerah dari Allah SWT yang tidak boleh dibandrol dengan uang, kecuali senam aerobik. Sebab, Aidah mengakui, dalam mengikuti pelatihan senam aerobik, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Kecamatan Balong Bendo Sidoarjo ini harus mengeluarkan sejumlah biaya kursus yang tidak sedikit. Untuk kemampuan senamnya, ia mengikuti sekolah senam tingkat dasar dan tingkat terampil, sekolah senam body language, senam sex exercise, dan sekolah senam yoga.
Setiap hari Aidah menghabiskan waktunya untuk mengajar senam dan memberikan pengobatan. Tak sedikit pula Aidah diminta menjadi instruktur tamu diberbagai kegiatan senam yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta. Namun, kesibukan itu tidak membuatnya kehilangan waktu bersama keluarga yang setia memberikan dukungan dan doa. Disaat senggang Aidah lebih banyak berkumpul dengan anak-anaknya untuk melakukan musyawarah dan evaluasi. Aidah juga menyempatkan untuk berlatih gerakan-gerakan baru.

Wanita bagi lingkungannya

Seiring dengan bertambahnya tumpukan jadwal mengajar senam dan melakukan pengobatan, Aidah terpikir untuk membentuk sebuah wadah bagi penghobi senam aerobik alternatif. Tahun 2008, Aidah mendirikan senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati. Komunitas yang memiliki tujuan untuk memberi manfaat kepada sesama ini diresmikan pada 15 November 2008 dengan anggota awal lebih dari 100 orang.
Hingga saat ini, sudah banyak kegiatan olahraga dan kegiatan sosial yang dilakukan Aidah bersama komunitasnya. Kebersamaan yang dipupuk dari setiap pertemuan membawa rasa memiliki anggota satu dengan lainnya. Disetiap kegiatan yang dilakukan Aidah, tidak sedikit para anggota menemani dan mendukung langkahnya. Aidah pun juga tidak pernah berhenti untuk membantu anggotanya yang sedang sakit ataupun sedianya menjadi konsultan untuk urusan pribadi maupun rumah tangga anggota.
Aidah menjadi wanita yang sibuk diluar rumah tanpa meninggalkan tugasnya sebagai istri yang menemani tugas suami dan ibu bagi Sandhi Al Mizan, Ilham Dio Wijaya, dan Diki Arga Alshirath. Kegigihan dan kesetiaan Aidah menjalani profesi mengantarkan dirinya dan anak-anaknya meraih cita-cita. Anak sulung Aidah berhasil menjadi tentara Angkatan Udara Republik Indonesia. Tahun 2009, Aidah menjadi salah satu wanita yang dinilai memiliki kepekaan sosial di masyarakat dan berhak mendapatkan Kirana Award. Meski aktivitasnya sudah diakui dari penghargaan yang diterima, wanita yang ingin membantu kepada siapapun yang membutuhkan ini masih memiliki keinginan untuk bisa mendirikan panti asuhan dan panti jompo.
Apa yang dilakukan Aidah adalah salah satu bukti bahwa kesetaraan gender bisa membawa kebaikan bagi wanita itu sendiri. Asalkan, menurut Aidah, wanita harus bisa menempatkan karier, pendidikan dan keluarga secara seimbang, setara dan sejalan. Agar bisa menjadi pribadi yang sukses, wanita harus bisa menonjolkan wibawanya, tanggung jawab, rasa keibuan untuk menjadi panutan anak-anak, dan bisa berbuat adil serta bijaksana.

BIODATA

Nama Asli : Aidah
Nama Populer : Aidah
Tempat / tanggal lahir : Surabaya, 29 Juni 1968
Alamat rumah : Perum Taman Surya Kencana, Venus B-28
Grogol, Tulangan, Sidoarjo
Alamat kantor : Mandiri Residence Blok E 4/7 Krian, Sidoarjo
Telepon – faksimile : (031) 8986080, (031) 8977774
Mobile phone : (031) 71605621, 087851424706, 081330476806
E-mail : sporty_aidah@yahoo.com
Nama suami : Budi Wahono
Nama anak : 1. Sandhi Al Mizan (20)
2. Ilham Dio Wijaya (18)
3. Diki Arga Alshirath (15)

Riwayat Pekerjaan :
1. Koordinator senam dan instruktur Kec. Balongbendo (2000 – sekarang)
2. Koordinator senam dan instruktur Kec. Prambon (2006 – sekarang)
3. Staf koordinator aerobik Sindo Fitness & Aerobik (2007 – sekarang)

Riwayat Organisasi :
1. Ketua PKK RT 08 RW 06 Perum Taman Surya Kencana (2010)
2. Sekretaris Persit KCK Ranting XI Balongbendo (1998 – sekarang)
3. Anggota APPSI Sidoarjo (2005 – sekarang)
4. Pendiri dan Ketua Komunitas Nimas Putri Sabdojati (2008 – sekarang)

Penghargaan :
1. Posmo Award Supranatual dan Spiritual kategori Energi Penyembuhan Lewat Gerakan Senam (2005)
2. Kirana Award sebagai aktivis sosial (2009)

Sumber : Buku Bunga Rampai Wanita Pilihan Jawa Timur 2010

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | November 8, 2010

Behind The Scene : Program Sueegeer Bugeer Bersama Aidah (Part I)

Menimati Rasa Lelah

Tidak ada yang tertinggal kecuali kesan yang menyenangkan bagi Komunitas Nimas Putri Sabdojati seusai mengikuti program acara  Sueegeer Bugeer yang diinstrukturi ketuanya, Aidah, Minggu (31/11). Dipandu host acara, Felis, syuting di halaman Ramayana Departemen Store, Krian, Sidoarjo berlangsung maraton. Aidah menjadi instruktur senam aerobik alternatif untuk 2 episode sekaligus. Tapi, disela-sela syuting kru Arek TV pintar membuat suasana tetep geerr… Games kecil dan bagi-bagi souvenir digelar.
Disela break, mendengarkan instruksi kru TV. Senyum dan jempol yang selalu ada disetiap percakapan membuat suasana makin menyenangkan

Disela break, mendengarkan instruksi kru TV. Senyum dan jempol yang selalu ada disetiap percakapan membuat suasana makin menyenangkan

Indri (kanan) ikut sibuk bareng kru Arek TV mempersiapkan CD musik senam

Indri (kanan) ikut sibuk bareng kru Arek TV mempersiapkan CD musik senam

Ssstt.. sepertinya diskusi lagi serius

Ssstt.. sepertinya diskusi lagi serius

Suasana syuting bareng anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Suasana syuting bareng anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Bu Aidah menginstrukturi sembari menjelaskan manfaat setiap gerakan-gerakan senamnya

Ngobrolin apa sih, Felis dan Bu Aidah ini? Daripada penasaran tonton tayangannya hari Minggu, 14 November 2010, pukul 06.30 WIB di Arek TV

Ngobrolin apa sih, host Felis dan Bu Aidah ini? Daripada penasaran tonton tayangannya hari Minggu, 14 November 2010, pukul 06.30 WIB di Arek TV

Bu Aidah melakukan senam pernafasan pada tayangan program hari Minggu, 7 November 2010

Bu Aidah melakukan senam pernafasan pada tayangan program hari Minggu, 7 November 2010

(ki-ka) Mbak Yayuk dan Mbak Wiwik asyik joget memeriahkan game disela-sela waktu istirahat

(ki-ka) Mbak Yayuk dan Mbak Wiwik asyik joget memeriahkan game disela-sela waktu istirahat

Anggota Komunitas NPS

Anggota Komunitas NPS

Stripping syuting Minggu, 31 Oktober 2010 itu berakhir dengan sukses (ki- ka  Widya, Bu Aidah, Indri, Rere)

Stripping syuting Minggu, 31 Oktober 2010 itu berakhir dengan sukses (ki- ka Widya, Bu Aidah, Indri, Rere)

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | November 8, 2010

Behind The Scene : Program Sueegeer Bugeer Arek TV bersama Aidah (Part II)

Aidah Mengobati Warga, Arek TV Bagi-Bagi Souvenir

Syuting program acara Sueegeer Buegeer Arek TV yang ditayangan setiap Minggu pagi selama bulan November – Desember 2010 bersama Ny. Aidah, Minggu (7/11) lalu berlangsung di Griya Samudra Asri, Kramat Jegu, Krian, sidoarjo. Aidah tidak hanya menjadi intruktur, tapi juga mengobati warga dengan pengobatan alternatif Nimas Putri Sabdojati secara langsung.

Persiapan menjelang 'rolling camera'

Persiapan menjelang 'rolling camera'

Kameramen Hilmy a.k.a. Pacul, sudah standby sejak jam 4 pagi. Hebat!

Kameramen Hilmy a.k.a. Pacul, sudah standby sejak jam 4 pagi. Hebat!

Bu Aidah menjadi instuktur tamu program

Bu Aidah menjadi instuktur tamu program

Warga yang mengikuti senam dibikin 'Geerr' dengan bagi-bagi souvenir Arek TV foto bareng Rere (duduk bawah kiri), Bella, Bu Aidah, Indri (duduk 3 dari kiri berurutan kekanan)

Warga yang mengikuti senam dibikin 'Geerr' dengan bagi-bagi souvenir Arek TV foto bareng Rere (duduk bawah kiri), Bella, Bu Aidah, Indri (duduk 3 dari kiri berurutan kekanan)

Pengobatan alternatif gratis oleh Bu Aidah

Pengobatan alternatif gratis oleh Bu Aidah

Host acara Bella (kiri) dan Bu Aidah (kanan) menyapa peserta senam

Host acara Bella (kiri) dan Bu Aidah (kanan) menyapa peserta senam

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | November 1, 2010

Talkshow Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Talkshow Komunitas Nimas Putri Sabdojati pada Program Metro Community Zone, 30 November 2008, pukul 4 sore, di Radio Metro Female FM

Dengerin bincang-bincangnya disini

Talkshow Komunitas Nimas Putri Sabdojati juga ada pada komunitas, 10 Oktober 2009, pukul 6 sore, di Radio Suara Mitra 91,7 FM
unduh dan dengarkan obrolannya disini

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | Oktober 25, 2010

Resensi Buku

buku "Ketika Allah Menguji Kita" menemani saya disela-sela pekerjaan kantor

buku "Ketika Allah Menguji Kita" menemani saya disela-sela pekerjaan kantor

Ketika Allah Menguji Kita

Manusia hidup pasti diuji dari arah mana pun. Ujian susah atau senang, ujian nikmat atau sengsara. Tapi, bagaimana manusia bisa bertahan hidup dengan ujian Allah? Teman baik saya, Alwi Alatas menulis ‘resepnya’ pada buku barunya yang berjudul “Ketika Allah Menguji Kita”.

 

 


Kata-kata yang dirangkai Alwi dalam buku ini begitu mudah dicerna dan tak perlu sampai mengerenyitkan dahi. Setidaknya untuk yang sedang menjalani ujian. Cukup rasakan isi pesan yang disampaikan dalam bukunya dan resapi contoh-contoh kisah nyata yang disuguhkan. Contoh kisah nyata itu yang mendorong kita untuk sadar bahwa ujian Allah bukan untuk dikeluhkan, tapi untuk dipelajari dan diambil hikmahnya. Secuil kisah-kisah dalam buku ini yang akan membuat kita terhenyak.

Saat membaca ‘Janganlah Bertawakal Pada Matamu’, saya membacanya beberapa kali. Mencoba memahami isi pesan dan bercermin pada diri sendiri, ‘Allah memberikan kebaikan bukan untuk bertawakal pada kebaikan itu, tapi bertawakal pada yang memberi kebaikan. Kebaikan yang kita terima dengan hati dan perbuatan yang berlebihan, bisa jadi akan membawa kita pada keburukan.’ Saya adalah orang yang memiliki keterbatasan, tapi dari sini Alwi membantu saya agar bersyukur bahwa Allah telah memberikan keterbatasan untuk menghindarkan saya dari keburukan. InsyaAllah….

Dilain halaman, Alwi mencoba melekatkan kita pada persoalan ‘mengeluh’ agar tidak menjadi pribadi yang mengeluh. Kita bisa belajar dari kisah hidup Jossette Ulibarri dan Nick Vujicic. Dia dilahirkan secara normal, tanpa anggota tubuh yang lengkap. Tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Berkat perjuangan, dan kegigihan, mereka berdua bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang normal. Profesi yang biasanya ‘kuasai’ orang normal bisa diraih Nick.

Kita juga bisa melihat para difabel hebat di sekitar lingkungan. Ratna Indraswari Ibrahim adalah seorang penulis hebat, cerpen-cerpennya dimuat di media cetak nasional dan diterbitkan dalam bentuk buku, seorang aktivis. Beliau telah menginspirasi saya. Saya tidak pernah mengenal siapa beliau sebelumnya, mungkin karena saat berkunjung ke rumahnya, saya masih pelajar sekolah dasar. Saya hanya mengetahui Ibu Ratna mampu melakukan segalanya di atas kursi roda. Ataukah kita belajar dari Miyouke Inoue, gadis buta yang terlahir dengan bobot 500 gram. Meski buta, ia masih bisa ‘melihat’ dan menulis buku yang kemudian diterbitkan. Saya takjub dengan kemurahan Allah yang Maha Penyayang. Saya rasa, kita bisa harus mulai belajar untuk mengurangi keluhan dengan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Buku ini mujarab untuk menjadi pengingat dan penyadar kita, tentang bagaimana harus menyikapi persoalan dan masalah. Alwi banyak mengupas tentang amanah, sabar, syukur, berusaha dan banyak lagi. Buku ini benar-benar membantu kita Ketika Allah Menguji Kita. (Rere Nia)

*Selamat untuk Mas Alwi atas buku yang luar biasa ini

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 24, 2010

Halal Bihalal dan Penyusunan Agenda Kegiatan

Ny. Aidah memberikan sambutan selaku tuan rumah

Ny. Aidah memberikan sambutan selaku tuan rumah

Rere bertugas membuka dan menutup halal bihalal sekaligus menyampaikan rencana agenda komunitas NPS

Rere bertugas membuka dan menutup halal bihalal sekaligus menyampaikan rencana agenda komunitas NPS

Halal Bihalal yang kerap dilakukan Komunitas Nimas Putri Sabdojati (NPS) seusai menjalankan Ibadah Puasa Ramadan, kali ini digelar di homebase komunitas NPS sekaligus rumah Ny. Aidah.

Ada yang berbeda dengan halal bihalal yang digelar Minggu (19/9) lalu, pertemuan untuk saling bermaafan ini juga menyusun sejumlah agenda kegiatan yang akan dilakukan anggota komunitas. “Supaya kita terus saling bertemu dan silahturahmi, kita mengadakan arisan rutin. bukankah silahturahmi itu memperpanjang umur, dan menambah rejeki?” ujar Rere yang di-Amini anggota komunitas yang hadir.

Agenda lainnya adalah melakukan perjalanan wisata bersama. Untuk melonggarkan anggaran pengeluran, anggota disarankan untuk menabung sejak dini.

Sebelum akhirnya halal bihalal ditutup dengan makan bersama, Ny. Aidah selaku ketua dan pendiri komunitas memberikan pesan-pesan singkat seputar halal bihalal dan menambahkan informasi kegiatan. “Nanti kita akan menyiapkan kegiatan untuk memperingati ulang tahun komunitas tanggal 15 November besok. Kalau ada ide kegiatan bisa disampaikan,” kata Ny. Aidah. (rr)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.