Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | Oktober 23, 2013

Mohon Doa Dan Dukungannya…

Mohon Doa Dan Dukungannya...

 

Wakil Ketua Komunitas Nimas Putri Sabdojati : Rere Nia Achmad (Rr. Nia Farida Wati, S.Sos).

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 22, 2013

Komunitas NPS Sukses Gelar Kartinian 2013

Komunitas Nimas Putri Sabdojati sukses menyelenggarakan peringatan Hari Kartini 2014, Minggu (21/4/2013) lalu. Kebaya, sandal jepit, membawa bakul atau tempeh menjadi dresscode peringatan tahun ini.

Komunitas yang lahir 15 November 2008 ini mengambil tempat di bekas jalan tol Surabaya-Malang, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Tentu saja, peringatan ini juga mengajak para warga yang desanya terdampak luapan lumpur lapindo, berbaur dengan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati yang datang dari Gresik, Tuban, Surabaya, dll.

Berbagai media cetak dan elektronik yang hadir turut menyaksikan kemeriahan acara pagi hari itu. Kami merangkumnya dalam kumpulan beberapa berita di berbagai media dibawah ini. Namun, masih ada berita Peringatan Hari Kartini Komunitas Nimas Putri Sabdojati  yang dimuat harian Radar Surabaya, Jawa Pos, Harian Surya, ditayangkan di MNCTV, JTV, SBO TV dll yang tidak dapat kami munculkan  diblog ini.

VIDEO: Warga Korban Lapindo Senam Dengan Mengenakan Kebaya

oleh Eko Yudho

GambarLiputan6.com, Sidoarjo : Demi memperingati Hari Kartini pada 21 April, ratusan perempuan korban lumpur Lapindo dari Kecamatan Porong dan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, turut serta dalam lomba senam pagi dan aerobik.

Namun berbeda dengan senam pada umumnya, para peserta diwajibkan memakai kebaya saat melakukan gerakan senam. Pemandangan unik tampak di jalan raya yang berada tak jauh dari lokasi luapan lumpur Lapindo, Minggu 21 April.

Ratusan wanita yang tinggal di wilayah sekitar luapan lumpur Lapindo turut serta dalam senam berkebaya yang diselenggarakan Federasi Olahraga Kreasi Masyarakat Indonesia (Formi).

Mengenakan kain dan kebaya, tak menghalangi para peserta untuk dapat tetap bergerak lincah penuh semangat. Demi menarik perhatian para juri, sejumlah peserta ada yang menambah penampilannya dengan bakul di punggung.

Bahkan ada yang mengisi bakulnya dengan sayur mayur. Bagi para peserta maupun pengarah gerak atau instruktur yang juga berbusana kebaya, meski jarang mengenakan pakaian tradisional, bersenam sambil berkebaya tidaklah sulit.

Selain diikuti oleh para wanita dari areal sekitar semburan lumpur Lapindo, para peserta juga berasal dari beberapa kota lain, seperti Surabaya, Pasuruan, dan

Gresik. (Frd)

sumber : http://news.liputan6.com/read/567360/video-warga-korban-lapindo-senam-dengan-mengenakan-kebaya

Senam Aerobic Berkebaya Ala Kartini

Tgl: 21/04/2013 15:29 Reporter: Suharjo

 KBRN, Sidoarjo : Memperingati hari Kartini, korban lumpur Lapindo di Sidoarjo menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain lomba menghias nasi tumpeng dan karnaval dan  senam aerobik berkebaya.

Untuk senam aeorobik dengan menggunakan pakaian kebaya itu diikuti ratusan ibu-ibu dilaksanakan di bekas jalan tol di Desa Besuki-Jabon-Sidoarjo. Kegiatan ibu-ibu ini mengundang perhatian masyarakat terutama kaum lelaki. Sedangkan, korban lumpur di perumahan Kahuripan mengadakan lomba jalan sehat dan menghias nasi tumpeng. Ny. Sumarsono, anggota tim penilai lomba menghias nasi tumpeng menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk kembali mengingatkan ke kaum perempuan, sesukses apapun kaum perempuan tetap memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga termasuk diantaranya menyiapkan menu masakan keluarga.

“Jadi perempuan itu harus selalu ingat akan kodratnya,” paparnya sambil mengamati nasi tumpeng yang dinilai, Minggu (21/4/2013).

Lomba menghias nasi tumpeng, di kawasan perumahan korban lumpur Lapindo itu diikuti oleh masing-masing RT di lingkungan RW 10.Desa Jati-Sidoarjo. Sehabis dinilai oleh tim juri,nasi tumpeng yang dihias tadi langsung dimakan beramai-ramai oleh seluruh warga korban lumpur yang tinggal di perumahan Kahuripan Nirwana. (Suharjo/LL/AKS)

sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/50016/Senam-Aerobic-Berkebaya-Ala-Kartini

Berita yang sama juga bisa dibaca di : http://seputarmetro.com/berita-675-senam-aerobic-berkebaya-ala-kartini-.html

Korban Lumpur Peringati Hari Kartini

Published on April 21, 2013 by kabarsidoarjo

kartini

PORONG (kabarsidoarjo.com) – Ratusan ibu-ibu dari korban lumpur Lapindo, Minggu (21/04/2013) menggelar Karnaval memperingati Hari Kartini. Acara Karnaval tersebut dilaksanakan di Desa Besuki tepatnya di eks Tol porong di Daerah Desa Besuki Kecamatan Porong Sidoarjo.

Para ibu-ibu yang mengikuti karnaval hari Kartini itu, tampil dengan busana adat jawa (kebaya. Red) seperti pakaian yang dikenakan R.A Kartini semasa hidupnya.

Selain berbusana kebaya , mereka juga membawa wadah bulat yang biasa digunakan untuk berjualan jamu sebagai simbol wanita jaman dahulu.

Ada yang unik dari acara karnaval yang digelar oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Sidoarjo (Formi) ini , walaupun menggunakan baju kebaya mereka tetap bersemangat mengikuti senam aerobik .

Terlihat dari antusias untuk mengikuti gerakan yang diperagakan oleh instruktur senam aerobik meskipun mengenakan busana kebaya yang nota bene sulit jika digunakan untuk gerakan senam .

Lutfiah , warga Desa Besuki Porong Sidoarjo mengaku senang mengikuti acara peringatan Hari Kartini kali ini.

“Karena R.A Kartini adalah salah satu tokoh wanita yang bisa menjadi tauladan untuk kaum wanita sekarang.” Akunya.

Selain senang dengan perayaan hari Kartini ini , Lutfia berpesan kepada pihak terkait agar segera melunasi ganti rugi korban lumpur lapindo.

“Kami meminta kepada pihak yang menangani proses ganti rugi korban lumpur agar hak kami segera dibayarkan. Kepada pemerintah, tolong lah kami agar ganti rugi segera dibayarkan kepada kami,” tegas Lutfiah. (bagus)

Sumber : http://kabarsidoarjo.com/?p=22097

Berita yang sama juga bisa dibaca di: http://www.infosda.com/?p=3719

Peringati Hari Kartini

Inilah Senam Aerobik Ala Korban Lumpur

Minggu, 21 April 2013 12:27:15 WIB

Reporter : M. Ismail

senam

Sidoarjo (beritajatim.com) – Memperingati Hari Kartini, ratusan korban lumpur melakukan senam aerobik alternatif bersama di tanggul titik 41 eks tol Porong Desa Besuki Timur Jabon, Minggu (21/4/2013).

Uniknya dalam melakukan senam bersama ini, masyarakat yang didominasi ibu-ibu korban lumpur itu dengan menggunakan kebaya dengan menggunakan capil. Banyak juga warga korban lumpur yang ikut senam itu juga sambil menggendong hasil tani yang mereka peroleh dari hasil cocok tanam di sawah.

Menurut Sutrisno senam alternatif sifatnya olahraga yang bisa menyembuhkan penyakit. Ibu-ibu harus sehat jasmani dan rohani. “Kaum ibu harus selalu tegar seperti halnya Ibu Kartini yang bisa menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum wanita di Indonesia,” kata pengurus Formi (Federasi Olah Raga Rekreasi Indonesia) itu.

Usai digelar senam, di area titik 41 juga dibuka pasar tradisional yang berjualan makanan tradisional. Antusias masyarakat untuk membeli jajanan tradisional seperti kucur, jemblem, ote-ote dan lainnya itu, juga banyak sekali yang membelinya. [isa/but]

sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-04-21/168634/Inilah_Senam_Aerobik_Ala_Korban_Lumpur

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 12, 2013

Komunitas Nimas Putri Sabdojati Peringati Hari Kartini 2013

woro-woro kartini 2013

 

Tahun ini merupakan tahun ketiga Komunitas Nimas Putri Sabdojati sukses menggelar aerobik alternatif dengan menggunakan kebaya pada saat peringatan Hari Kartini. Untuk tahun ini, Komunitas yang diketuai Ibu Aidah menggelar senam aerobik alternatif menggunakan kebaya, sandal jepit sambil sambil membawa bakul atau tempeh. Kali ini, konsep pasar tradisional diangkat ketengah-tengah arena senam. Silahkan bergabung, dan ikuti kemeriahan acaranya. Bakalan ada senam aeriobaerobik sambil menyunggi bakul/tempeh lhooo….  

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 12, 2013

Kalender Komunitas Nimas Putri Sabdojati Tahun 2013

kalender NPS 2013

Ganti kalender sudah menjadi kewajiban pas tahun berganti. Komunitas Nimas Putri Sabdojati pun punya desain kalender yang baru.

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 19, 2012

Aidah, Kreator Senam Alternatif Nimas Putri Sabdojati

Kesabaran Menuntun Terciptanya

Senam Alternatif Nimas Putri Sabdojati

Aidah melakukan gerakan senam mengikuti irama musik yang menghentak. Tubuhnya bergerak lincah penuh semangat. Sesekali dia membalikkan badannya sembari memperhatikan gerakan para anggota senam yang mengikutinya di belakang. Sejurus kemudian Aidah memejamkan mata sejenak, lalu tangannya bergerak dengan sedikit meliuk-liuk. Gerakan itu dia lakukan untuk mengumpulkan energi alam yang kemudian ditransfer kepada seluruh anggota senam. Cara inilah yang rutin dilakukan Aidah untuk mengobati anggota senam yang memiliki berbagai macam penyakit. Senam ini dia beri nama Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati.

 

Pada prinsipnya Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati sama dengan senam aerobik pada umumnya. Hanya saja, Aidah menambahkan gerakan diluar pakem senam untuk mentransfer energi positif kepada siapa saja yang mengikuti gerakan senamnya.

Sebagai seorang instruktur senam aerobik alternatif, begitulah tugas Aidah dengan memberikan arahan gerakan senam yang menyehatkan. Setelah melakukan senam, Aidah juga memberikan air putih yang telah dia doakan untuk membantu pengobatan secara alternatif. Dari cara Aidah memberikan pengobatan, banyak orang yang mengakui merasakan manfaatnya. Setelah senam, badan para anggota senam ini tidak terasa capek dan pegal, sakit yang diderita seperti migrain, kegemukan, vertigo, tidak memiliki keturunan, dan lainnya berangsur menghilang.

Kelebihan Aidah yang dianggapnya sebagai berkah dan kemurahan Allah SWT ini tidak sebatas pada pengobatan melalui gerakan senam. Tapi dia juga memberikan pengobatan kepada siapa saja yang tidak mengikuti senam dengan mentransfer energi, menggunakan media air putih dan pijatan untuk mengurangi penyakit. Kanker, tumor, patah tulang, stroke, dan lainnya.

Aidah juga sering menjadi rujukan untuk berkonsultasi seputar rumah tangga, percintaan dan sebagainya. Untaian kata yang santun dan sikap rendah hatinya membuat nyaman siapa saja yang berbicara. “Ada anak-anak dan lansia yang tidak mungkin ikut senam, jadi saya memberikan pengobatan transfer energi secara langsung. Tapi kalau ada bapak dan ibu yang telah berumur atau lansia ingin ikut senam, saya pasti menyesuaikan gerakan senamnya lebih pelan agar tidak terlalu berat,” kata Aidah saat ditemui di rumahnya.

Tercipta Kolaborasi Senam Dan Pengobatan Alternatif

Aidah telah mengeluti dunia pengobatan alternatif melalui gerakan senam sejak tahun 2000. Awalnya dia belajar senam hanya ingin mengembalikan bentuk tubuhnya yang terlihat gemuk. Alumni SMP Negeri 15 Surabaya lalu mendalami ilmu senam dan  mengikuti berbagai perlombaan senam. Tidak dinyana ibu  3 anak ini berhasil menyabet gelar juara. Setelah lulus mengikuti pelatihan instruktur senam, istri dari prajurit Angkatan Darat ini mulai berkegiatan menjadi instruktur.

Sejalan dengan waktu, Aidah mendapatkan ilham setelah bermimpi bertemu Nabi Khidir. Kemampuan mengobati secara alternatif yang telah dia miliki sejak kecil dihidupkan dan diasah kembali. Lambat laun putri pasangan Muchayah dan Abdul Khamid (alm) mengkombinasikan kemampuannya mengajar senam dengan pengobatan alternatif. Pada 2005, kemampuan Aidah diakui oleh khalayak umum dengan diberikannya Posmo Award bersama 100 ahli metafisika di Indonesia, seperti Bos Edy, Bunda Tutik, dll. Penghargaan ini memicu semangat Aidah untuk berbuat lebih untuk orang lain dan membantu sesamanya tanpa memandang stastus sosial. Perjalanan waktu yang membawanya semakin matang dalam memberikan pengobatan alternatif mengilhami Aidah untuk menciptakan Senam Arobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati. (*)

Mendirikan Komunitas Senam Aerobik Nimas Putri Sabdojati

Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati dan rasa welas asih Aidah dalam membantu mengobati secara alternatif meski tanpa dibayar telah membuatnya mendapatkan nilai plus. Tahun 2009 Aidah meraih Kirana Award sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur. Penghargaan diserahkan oleh istri Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si didampingi para istri Forpida Jatim. Air mata bahagia Aidah tidak terbendung kala menerima penghargaan. “Bukan saya yang merencanakan ini semua. Alhamdulillah, ini karena anugerah dari Allah SWT,” tutur Aidah yang profilnya diabadikan dalam salah satu buku yang dikoleksi Library Of Congress, Amerika, buku Bunga Rampai Wanita Pilihan Jawa Timur 2009.

Lika liku kehidupan dan beratnya halang rintangan dalam membantu sesama tidak membuat Aidah patah semangat dan berkecil hati. Meski rintangan muncul dari keluarganya sendiri, cibiran, hinaan, makian dari sesama teman instruktur makin menguatkan jiwanya dan membawanya pada prestasi-prestasi yang lebih membanggakan. Keikhlasan dan kesabaran yang selalu dijaganya memudahkan Aidah melakoni hidup.

Pada 15 November 2008 di Sidoarjo, Aidah bersama kedua sahabat karibnya membentuk wadah berkumpul bagi pengobi senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati yaitu Komunitas Nimas Putri Sabdojati. Salah satu sahabatnya yang kini menjadi managernya, Indriyana Kusuma Prasetyowati, turut mengembangkan Komunitas Nimas Putri Sabdojati. Komunitas yang memiliki banyak anggota ini melakukan kegiatan sosial, misalnya berkunjung ke panti asuhan, buka bersama anak yatim, dll. Diantara jadwal padatnya, Aidah masih sempat melakukan kegiatan sosial dengan menjadi instruktur senam bagi korban di desa yang terdampak lumpur Lapindo.

Senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati dan komunitasnya semakin tumbuh besar. Pemerintah melalui Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjo menaungi keberadaan Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati beserta Komunitas Nimas Putri Sabdojati dengan meresmikannya sebagai anggota. Senam ciptaan wanita yang pernah bersekolah di SD Wali Idris Surabaya dan SMA Tri Tunggal 1 Surabaya ini kian memperkaya jenis olahraga rekreasi di Indonesia.

Jalan terbuka lebar bagi ibu dari seorang Tentara Angkatan Udara, dia mendapat penghargaan Citra Wanita Kartini di Semarang. Penghargaan diserahkan oleh mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, Mardiyanto. Pada peringatan Hari Kartini 2012, Aidah dinobatkan sebagai Wanita Berprestasi 2011-2012 yang ditandai dengan diterimanya Kartini Award 2012 dari anggota DPR RI, Dra. Hj. Popong Ceu Junjunan. Dimomen yang sama, Aidah juga mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Prestasi Indonesia 2012. Aidah dinilai memiliki kontribusi nyata dari profesi yang digelutinya. “Saya tidak ingin berhenti berusaha dan membantu orang lain meski sudah mendapat penghargaan,” singkat anggota Persit Kartika Chandra Kirana ini. (rere)

Biodata

Nama : Aidah

Lahir : Surabaya, 29 Juni 1968

Nama suami : Budi Wahono

Nama Anak :

1. Sandhi Al Mizan 
2. Ilham Dio Wijaya 
3. Diki Arga Alshirath

Alamat : Taman Surya Kencana, Cluster Venus, B-28, Grogol, Tulangan, Sidoarjo

Blog : http://nimasputrisabdojati.wordpress.com

Karir :

  • Ahli pengobatan alternatif melalui transfer energi
  • Instruktur senam di berbagai instansi dan sanggar senam
  • Pecipta Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati
  • Pendiri Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Penghargaan :

  • Posmo Award 2005 sebagai Ahli Metafisika kategori Transfer Energi Melalui Gerakan Senam
  • Kirana Award 2009 sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur
  • Citra Wanita Kartini 2010
  • Kartini Award 2012 sebagai Wanita Berprestasi 2011 – 2012
  • Tokoh Prestasi Indonesia 2012
  • Berbagai prestasi pada perlombaan senam

 

Sumber : Tabloid Kemilau, Edisi 3, Tahun 2012

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 19, 2012

Berkumpul, Tidak Sekedar Melakukan Senam

Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Penyuka senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati kini telah memiliki wadah untuk menyalurkan hobinya. Aidah, instruktur  dan pencipta senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati, mendirikan Komunitas Nimas Putri Sabdojati pada 15 November 2008. Komunitas ini memiliki berbagai kegiatan yang dilakukan bersama-sama, diantaranya senam rutin dan pengobatan alternatif bersama Aidah, bakti sosial ke panti asuhan, buka puasa bersama anak yatim, berwisata dan lainnya. Kebersamaan yang hadir diantara pengurus dan anggota menciptakan harmonisasi yang indah.

“Kita sering diundang atau ikut berbagai kegiatan yang diselenggarakan pihak swasta atau pemerintah, misalnya senam massal di alun-alun sidoarjo, gerak jalan, mengikuti perayaaan Perwosi Kabupaten Bangkalan, dan masih banyak lainnya,” ujar Aidah yang juga Ketua Komunitas Nimas Putri Sabdojati.

Pengurus dan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati juga terlihat selalu kompak saat melakukan agenda tahunan, yakni perayaan ulang tahun komunitas dan peringatan Hari Kartini. Pada kegiatan tahunan itu, komunitas yang berbasis di Sidoarjo ini selalu mengisi dengan kegiatan yang unik dan menarik. Misalnya saja pada Peringatan Hari Kartini, komunitas ini melakukan senam aerobik mengunakan busana kebaya. Mereka juga pernah melakukan senam pada acara yang dihelat di Alun-alun Sidoarjo menggunakan busana batik. “Tahun lalu kami kembali melakukan senam aerobik yang dipimpin Ibu Aidah dengan menggunakan pakaian kerja dan profesi,” jelas Indriyana Kusuma Prasetyowati, Sekretaris Komunitas Nimas Putri Sabdojati.

                Berkat kegiatannya yang selalu aktif dan positif, serta kontribusi yang nyata kepada masyarakat, komunitas yang menyabet juara 2 Lomba Gerak Jalan Kecamatan Krian dalam rangka HUT Kemerdekaan RI pada bulan Juli lalu mendapat perhatian Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjo. Tepat pada 4 April 2011, komunitas ini resmi menjadi anggota FORMI Kab. Sidoarjo. 

Terbitkan Buku

                Sebagaimana disinggung pada profil Aidah (baca : halaman 2), senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati merupakan senam yang diciptakan Aidah. Senam ini sama seperti senam aerobik pada umumnya, namun ada gerakan lain diluar gerakan aerobik yang dilakukan Aidah. Gerakan ini merupakan cara ibu 3 anak ini untuk melakukan transfer energi positif kepada peserta senam. Pada perkembangannya senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati banyak diminati. Lambat laun, wanita yang pernah menerima penghargaan Kirana Award 2009 dan Kartini Award 2012 ini berpikir untuk membuat komunitas pecinta Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati.

                “Senam ini memberi banyak manfaat. Selain tubuh menjadi bugar, penyakit yang diderita peserta senam InsyaAllah juga berangsur menghilang. Senam ini sifatnya mengobati, melalui transfer energi yang dilakukan Ibu Aidah,” kata Indriyana.

                Keberadaan senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati semakin diterima dan dikenal khalayak umum. Ulasan profil Aidah dan komunitas senam ini banyak terpublikasi di media massa cetak, elektronik, maupun pada blog http://nimasputrisabdojati.wordpress.com. Guna mendokumentasikan profil dan berita Aidah beserta Komunitas Nimas Putri Sabdojati, komunitas ini akan membuat buku “Aidah dan Komunitas Nimas Putri Sabdojati”. Buku yang disusun dan ditulis oleh Wakil Ketua Komunitas Nimas Putri Sabdojati ini rencananya akan terbit tahun ini.

“Wakil Ketua Komunitas kita memang profesinya didunia jurnalistik dan penulis buku, dia sudah menerbitkan banyak buku jadi kita mempercayakan dia untuk menulis ini. Harapan kedepannya, Komunitas Nimas Putri Sabdojati bisa mudah dikenal hanya dengan membaca bukunya,” lanjut Indriyana yang juga Manager pribadi Aidah. (rer)

 Sumber : Tabloid Kemilau, Edisi 3, Tahun 2012

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 5, 2012

Reuni SMPN 15 Surabaya Angkatan 1985

Ajang Mengobati Kangen Hingga Penyakit
 

 

Jalinan pertemanan semasa dibangku SMP tidak pudar dimakan waktu. Meski harus terpisah selama 27 tahun, mantan siswa SMP Negeri 15 Surabaya angkatan 1985 masih saling menjaga silahturahmi.

 

 

 

Gelaran reuni akbar SMP Negeri 15 Surabaya angkatan 1985 merupakan bukti bahwa persahabatan dan kenangan semasa sekolah itu masih tersimpan kuat. Sebanyak 212 alumni sekolah yang berada di kawasan Surabaya Utara ini berkumpul di lapangan sekolahnya dan menciptakan suasana reuni yang akrab, Minggu (1/7). Panggung hiburan, alunan musik, bagi-bagi doorprize, potong tumpeng dan makanan lezat menjadi bagian dari kemeriahan reuni. Diantara kegiatan itu, juga dilakukan pemberian taliasih kepada 23 guru yang pernah mengajar siswa angkatan 1985.

 

M. Taufan S, ketua panitia menuturkan rasa senangnya bisa bertemu dengan teman-teman lamanya. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Kegiatan ini bukan hanya sekedar berkumpul, tapi untuk saling bertukar informasi. “Dasar kami melaksanakan reuni ini untuk menyatukan teman-teman, saling tolong menolong dan berbagai informasi. Misalnya ada teman yang berhasil, bisa mengajak teman-teman yang kurang,” ujar pria yang aktif dengan kelompok musiknya, Bayudha Entertaiment.

 

 

 

Bakti Sosial Bersama Ny. Aidah

 

Senam bersama dan pengobatan alternatif gratis menjadi salah satu pengisi rangkaian kegiatan reuni. Dilaksanakan sebelum puncak reuni, Jumat (26/6), bakti sosial yang ditujukan bagi walimurid, guru dan karyawan SMPN 15 Surabaya ini digawangi oleh alumni yang berhasil menciptakan senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati dan sukses mengembangkan Komunitas Nimas Putri Sabdojati, Ny. Aidah. Dimulai dengan senam bersama, Ny. Aidah yang tampak bugar memimpin senam aerobik alternatif. Usai senam, wanita peraih penghargaan Kirana Award 2009, Citra Wanita Kartini 2010, Wanita Berprestasi 2012 dan Kartini Award 2012 ini langsung memberikan pengobatan alternatif melalui transfer energi. Meski terlihat lelah karena harus menangani bakti sosial, tapi instruktur yang aktif mengajar senam bagi warga korban dampak lumpur Lapindo ini mengaku sangat bahagia bisa membantu orang lain yang sedang sakit.

 

“Atas ridha Allah SWT, jika mereka kembali sehat, itu sudah menjadi bayaran yang tertinggi buat saya,” tutur Ny. Aidah yang pernah secara langsung menerima penghargaan dari istri Gubenur Jawa Timur Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si dan Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia bersatu Jilid I Mardiyanto.

 

Menyinggung tentang prestasi murid, Ny. Aidah merupakan satu dari ratusan alumni yang sukses dengan karir dan usahanya. Hal ini sangat disyukuri oleh Kepala SMPN 15 Surabaya Dra. Wiwiek Widoningsih, M.Si. “Kalau ada reuni adalah kebanggaan guru. Walau di SMP hanya 3 tahun, tapi kita bisa mengantar murid hingga sukses,” tutur Ny. Wiwiek yang selalu ingin mengarahkan agar reuni diadakan di sekolah bukan di hotel agar dapat mengenang sekolahnya dulu. (rer)

 

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 30, 2012

Aerobik Alternatif Berbaju Batik

Gambar

foto: Surya/Mustain

KHAS BATIK-Anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati melakukan senam aerobik alternatif dengan mengenakan kebaya dan baju batik, di kawasan Sidoarjo Car Free Day (SCFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (29/4). Mereka berbusana batik dalam rangka memperingati Hari Kartini.
 

SIDOARJO-SURYA – Sidoarjo Car Free Day (SCFD) selalu memberikan kejutan. Buktinya, kawasan bebas asap kendaraan di Jalan Ahmad Yani itu tidak hanya dimanfaatkan warga untuk berolahraga, namun kegiatan lainnya. Puluhan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati memadai area SCFD, Minggu (29/4). Mereka senam aerobik alternatif bersama dengan berbusana batik.

Sejumlah ibu juga mengikuti demo memasak oleh dua juru masak Hotel Santika, Pandegiling, Surabaya. Sedangkan warga lainnya antre mendonorkan darahnya di stan Bank Bukopin Sidaorjo.

“Kami sengaja berbaju batik saat senam untuk memperingati Hari Kartini,” ucap juru Hubungan Masyarakat Komunitas Nimas Putri Sabdojati, Rere Nia Achmad. Beda dengan senam umumnya, beberapa gerakan senam alternatif menekankan dilakukannya transfer energi.

Senam ini dikenalkan kali pertama oleh Aidah yang kini menjadi instruktur senam aerobik alternatif. “Komunitas ini salah satu anggota kami,” ucap Mujiati Suroso, pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat  Indonesia (Formi) Sidoarjo.

SCFD digelar berkat kerjasama Harian Surya, Harian Kompas, Sonora FM, BCTV dengan Pemkab Sidoarjo dan Polres Sidoarjo. Tiap Minggu selalu ada door prize menarik. (ain)

Sumber : Harian Surya, Senin, 30 April 2012

Berita Aerobik Berbaju Batik bisa juga diakses diwebsite Harian Surya (klik disini)

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 27, 2012

Ibu Aidah, Pelatih Aerobik Alternatif

Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V /Brawijaya yang Berprestasi

Ibu Aidah lahir 29 Juni 1968, istri dari Sersan Mayor Budi Wahono yang bertugas sebagai Babinsa Koramil Balong Bendo DIM 0816 Sidoarjo. Ditengah kesibukannya sebagai instruktur senam aerobik alternatif dan pengobatan alternatif, Ibu Aidah tidak pernah lupa dengan tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga serta jabatannya sebagai sekretaris di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Koramil Balong Bendo Kodim 0816 Sidoarjo.

Perjalanan keberhasilannya dapat menjadikan bahan inspirasi bagi kita. Semangatnya yang tidak pernah lelah untuk membantu ekonomi keluarga yang sulit, serba kekurangan, membuahkan hasil yang luar biasa dan mendapatkan pengakuan dari berbagai kalangan. Kisah itu diawali pada tahun 1996, ketika Ibu Aidah memulai usaha masakan yang dititipkan ke warung–warung. Namun, makanan bukanlah bidang yang cocok dan pas untuk dirinya. Berdoa dan terus berdoa, tanpa pernah meninggalkan kegiatan rutinnya di Persit. Sampai akhirnya, rutinitas senam yang dilaksanakan di Persit Kartika Chandra Kirana Koramil Balong Bendo Sidoarjo, mengantarkannya sebagai instruktur senam yang tidak asing lagi di wilayah Sidoarjo.

Sepulang latihan senam dari Persit, Ibu Aidah selalu mengulang kembali untuk menghafalkan setiap gerakan yang dikuasainya. Dan itu dilakukan rutin kurang lebih 1 bulan. Setelah yakin dengan apa yang didapatnya, ia memberikan diri untuk mencoba melatih senam kepada anak–anak dan orang tua SD di tempat anaknya bersekolah, tanpa dibayar. Keinginan untuk menurunkan berat badan dan keyakinan bahwa olah raga adalah penting dalam menjalankan pola hidup sehat menjadikan alasan untuk terus berlatih dan mendalami senam khususnya aerobik. Sampai akhirnya banyak permintaan untuk melatih di kecamatan-kecamatan dan instansi–instansi lainnya.

Waktu terus berjalan, berbagai pelatihan dan kompetisi senam rajin diikuti oleh Ibu Aidah, sampai akhirnya berbagai sertifikat, piagam dan penghargaan berhasil diraihnya yang terjajar rapi di rumahnya, seperti Kirana Awards tahun 2009 sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur 2009 yang diserahkan oleh Ibu Nina Kirana Soekarwo (Ibu Guberrnur Jatim), dan Ibu Toety Suwarno (Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V / Brawijaya kala itu). Meraih Penghargaan Citra Kartini Indonesia 2011 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu Bapak Mardiyanto, dan masih banyak penghargaan lainnya yang sudah diraih oleh Ibu Aidah.

Keberhasilan itulah uang menjadikan Ibu Aidah sudah banyak diliput media cetak dan elektronik, bahkan sering mengisi talk show di radio–radio wilayah Jawa Timur. Satu hal yang menarik dari instruktur senam ini, ia mengajarkan senam aerobik yang unik dan berbeda dari yang pernah ada. Karena ibu dari tiga anak ini mengkolaborasikan antara gerakan senam dengan pengobatan alternatif. Metode ini didapat dari keahliannya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit secara alternatif yang diyakini sudah didapatkan sejak kecil.

Kemampuan mengajar senam aerobik dan dapat mengobati penyakit dengan transfer energi ini memberinya jalan untuk menggabungkan kedua keahlian itu. Jadilah Ibu Aidah instruktur senam yang mengajarkan aerobik alternatif. Senam aerobik alternatif diciptakan Ibu Aidah secara mendasar tidak jauh berbeda dengan gerakan senam aerobik lain. Para pesenam yang dipimpinnya tetap dituntut untuk melakukan gerakan–gerakan yang bertujuan untuk membakar lemak dan kalori didalam tubuh. Hanya bedanya, disetiap gerakan yang ditunjukkannya, Ibu Aidah mengaku menebarkan energi yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya.

“Setiap gerakan yang saya tunjukkan berfungsi untuk membuka simpul-simpul syaraf dalam tubuh. Dengan begitu bisa diterima baik untuk bekerja melancarkan metabolisme di dalam tubuh”, ujarnya kepada KK. Gerakan–gerakan aerobik yang diajarkan Ibu Aidah, diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis. Hal ini tak lepas dari pancaran energi yang dilepaskan disetiap gerakan senam yang ia lakukan.

Mengetahui hal ini, kami langsung memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meminta bantuan Ibu Aidah menyembuhkan salah satu rekan kerja kami yang dalam keadaan kurang sehat. Alhasil, pusing-pusing yang dirasakan hilang dan badan lebih fit dari sebalumnya.

Kesuksesan dalam senam aerobik alternatif ini, menimbulkan gagasan untuk mendirikan organisasi Komunitas Nimas Putri Sabdojati, yang merupakan wadah bagi para anggota pesenam aerobik alternatif, dengan visi untuk menyehatkan dan mensejahterakan keluarga anggota komunitasnya dengan menjalin komunikasi dan silaturahmi. Awal mulanya anggota yang mendaftar sampai 500 orang, dan seiring berjalannya waktu anggotanya terus bertambah dan komunitasnya berkembang ke daerah lain.

Di akhir perbincangan dengan Ibu Aidah, KK menemukan obsesi yang sangat mulia dalam menjalani hidupnya. Kelak Ia ingin mendirikan Panti Asuhan. Sedangkan pesan dan harapan yang disampaikan, agar dalam hidup jangan pernah patah semangat dan putus asa, melainkan teruslah berjuang dan berusaha, terus menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan. Dan yang terpenting ikhlas, sabar, takwa, istiqomah dan selalu berdoa agar bisa sukses hidup di dunia dan akherat…. ***(Red KK)

Sumber : Liputan Utama Kartika Kencana, Edisi 87 / Februari 2012

Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 24, 2012

Dinobatkan Sebagai Wanita Indonesia Berprestasi

Aidah Raih Kartini Award 2012

Sehari setelah mendapat kehormatan menerima pucuk tumpung pada Hari Jadi Dharma Pertiwi ke-48 dari Ketua Ketua Dharma Pertiwi Daerah E Jawa Timur Ny. Rini Murdjito, Ny. Aidah  sudah berada di Grand Ballroom Savoy Homann Hotel Bandung. Wanita yang telah meraih Posmo Awward 2005, Kirana Award 2009 dan Citra Wanita Kartini 2011 ini menerima Kartini Award 2012. Penghargaan yang diberikan Yayasan Penghargaan Indonesia ini menobatkan Ny. Aidah sebagai Wanita Indonesia Berprestasi 2011 – 2012. Penghargaan diserahkan oleh sesepuh Jawa Barat yang juga anggota DPR RI, Dra. Hj. Popong Oce Junjunan. Ny. Aidah yang tampak berbinar ini mengakui kebahagiaannya menerima penghargaan tersebut.

Ny. Aidah (kanan) usai menerima Kartini Award 2012 berpose bersama Ny. Dra. Hj. Popong Oce Junjunan (kiri)

Ny. Aidah (kanan) usai menerima Kartini Award 2012 berpose bersama Ny. Dra. Hj. Popong Oce Junjunan (kiri)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.