Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | November 30, 2009

Syukuran Ultah Ke 1 Komunitas NPS

Rere Nia memandu syukuran ulangtahun Ke 1 Komunitas NPS

Setelah merentas jalan meniti waktu selama setahun, Komunitas Nimas Putri Sabdojati (NPS) akhirnya bersama-sama mensyukuri nikmat-NYA pada ulang tahun usia pertamanya, Minggu (15/11) lalu. Dihadiri oleh anggota komunitas yang berasal dari berbagai kota, seperti Sidoarjo, Surabaya dan Jakarta, HUTKomunitas NPS yang diadakan di Sindo Kafe dan Fitness, Krian, Sidoarjo ini berjalan sederhana dan meriah.

”Sudah banyak yang kita lakukan dalam setahun. Kita sudah melakukan kerjasama dengan Pemkab Sidoarjo, Pemkab Bangkalan, dan banyak instansi lainnya. Itu sebuah prestasi bagus untuk komunitas kita yang waktu itu masih belum genap setahun,” ujar Rere Nia, Humas Komunitas NPS yang didaulat sebagai MC.

Seiring dengan banyaknya dialog interaktif antara pengurus dan anggota, disela-sela acara para anggota juga banyak menyumbang suara. Lagu Lupa-Lupa Ingat yang booming dibawakan Grup Musik Kuburan, semakin menarik didengar dengan kemasan musik dangdut.

Ny. Aidah, Ketua Komunitas, yang tampil enerjik didampingi oleh Indriyana Kusuma, Manager Komunitas, ikut nimbrung urun pendapat. ”Kalo ada yang mengeluh tentang sakit, jangan malu bicara ke saya. InsyaAllah semampu saya akan saya bantu,” tekan Ny. Aidah kepada seluruh anggota. Tapi, sayangnya meski dipaksa-paksa, dua pentolan pengurus komunitas ini emoh disuruh urun nyanyi.

Dipenghujung acara, seluruh pengurus dan anggota sepakat bahwa agenda tahun 2010 melakukan perjalanan ke luar kota untuk refresing sambil senam di lokasi rekreasi. Kesepakatan ini merupakan satu diantara beberapa pendapat yang di-amini oleh Ibu Ketua, seperti menambah intensitas pertemuan. (rr)

Suasana santai, dangdutan, semua boleh goyang.

Suasana santai, dangdutan, semua boleh goyang.

Nyanyi yo..

Nyanyi yo..

Salah satu anggota komunitas menyampaikan pesan dan kesan

Salah satu anggota komunitas menyampaikan pesan dan kesan

Para anggota Komunitas NPS mulai berkumpul

Para anggota Komunitas NPS mulai berkumpul

Aksi nekad unjuk gigi (hehe8...) Eh, ini beneran main band?

Aksi nekad unjuk gigi (hehe8...) Eh, ini beneran main band?

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | November 4, 2009

Woro – woro …

woro2 ultah

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Oktober 26, 2009

TMMD Kabupaten Sidoarjo

Lakukan Pengaspalan Hingga Pengobatan Alternatif
Publikasi : Majalah Kirana, Edisi November 2009

Ny. Aidah (kanan) memberikan pengobatan alternatif kepada masyarakat

Ny. Aidah (kanan) memberikan pengobatan alternatif kepada masyarakat

Tahun ini Mabes TNI melaksanakan program rutin TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 83. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. TMMD di wilayah Sidoarjo sendiri dilaksanakan pada Jumat (9/10) lalu. Kegiatan yang ditandai dengan upacara pembukaan dilaksanakan di lapangan sepakbola Bulang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo dengan inspektur upacara Dan Lantamal V Surabaya. Tampak hadir dalam upacara Asisten Teritorial (Aster) Kasdam V/Brawijaya, Dan Rem 084/BJ Kolonel Inf. M. Mashuri beserta istri serta jajaran Muspida Kabupaten Sidoarjo. TMMD di wilayah Sidoarjo dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Bulang dan Desa Gampang, Kecamatan Prambon.

Kegiatan TMMD kali ini memiliki 2 sasaran bantuan, yaitu sasaran fisik meliputi pangaspalan jalan, rehabilitasi rumah,  rehabilitasi SDN Bulang, pembuatan jembatan, dan sasaran non fisik meliputi penyuluhan pertanian, Kamtibnas, pengobatan massal, dll.

Diantara berbagai agenda kegiatan TMMD, kegiatan pengobatan massal yang dilaksanakan di Balai Desa Bulang, Rabu (14/10) dan di Balai Desa Gampang, Jumat (16/10), lalu menyerap banyak masyarakat yang ingin berobat secara gratis. Pengobatan tersebut tidak hanya dilakukan secara medis, namun juga alternatif. Untuk pengobatan alternatif dilakukan oleh salah seorang anggota Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0816 Sidoarjo, Ny. Aidah. Pendiri dan ketua Komunitas Nimas Putri Sabdojati ini memberikan transfer energi positif kepada pasien, serta air putih sebagai media pengobatan.

”Saya membantu semampu saya untuk sesama, dan ini merupakan perwujudan pengabdian kami kepada masyarakat. Saya sangat bersyukur jika masyarakat yang datang akhirnya bisa sembuh,” ujar Ny. Aidah yang pernah memperoleh award berkat kemampuannya dalam mentransfer energi lewat gerakan senam untuk penyembuhan.

Pengobatan yang dimulai sejak pukul 08.00 yang menjadi bagian dari pengabdian TNI dalam membangun Sidoarjo ini ditinjau langsung oleh Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjend TNI Karsad, Dan Rem 084/BJ Kolonel Inf. M. Mashuri, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol (kav) Gathut Setyo Utomo, beserta jajaran Muspida Sidoarjo. TMMD dijadwalkan selesai dan ditutup dengan upacara di lapangan sepak bola Desa Bulang pada Kamis (29/10). (ree)

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Oktober 13, 2009

Dokumentasi On Air di Radio Suara Mitra

Sabtu (10/10) lalu, Komunitas Nimas Putri Sabdojati yang diwakili oleh pengurus intinya Aidah, Indriyana dan Rere Nia memenuhi jadwal untuk on air untuk program komunitas Radio Suara Mitra 91,7 FM. Dipandu penyiar Mas Ian, program berdurasi 1 jam ini dimulai dengan penjelasan tentang arti senam aerobik alternatif sampai dengan isi dari kegiatan komunitas.

Setelah 60 menit di dalam ruang on air Radio Suara Mitra, tibalah waktu untuk pamitan. sebelum pamit, foto bareng dulu yuuukk..

Setelah 60 menit di dalam ruang on air Radio Suara Mitra, tibalah waktu untuk pamitan. sebelum pamit, foto bareng dulu yuk.. (kiri-kanan; Indriyana, Rere Nia, Aidah, Mas Ian)

saatnya break, saatnya tersenyum

saatnya break, saatnya tersenyum

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Oktober 5, 2009

Buka Bersama Pun Terasa Nikmat

Kesucian Bulan Ramadan tidak dilewatkan tanpa amalan oleh seluruh umat muslim. Begitu pula untuk komunitas Nimas Putri Sabdojati. Setelah melakukan penggalangan dana, komunitas penghobi senam aerobik alternatif ini bersama dengan Sindo Fitness dan Kafe menggelar kegiatan buka bersama Anak-anak Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Miftahul Yatama Krian, Sidoarjo. Acara yang dilaksanakan di halaman Sindo Kafe ini digelar dengan kesederhanaan dan penuh kekeluargaan, Minggu (13/9) lalu.

Sebelum berbuka bersama, acara dibuka dengan pembacaan Al Quran. Setelah itu, mendengarkan ceramah agama oleh Ustad Izzat Abidy dari IAIN Sunan Ampel Surabaya. Ceramah yang berlangsung tak kurang dari dua jam ini ditutup dengan ringkasan ilmu, yaitu 2i (ikhlas dan istiqamah).

Sesaat sebelum adzan berkumandang, para panitia sudah disibukkan dengan membagikan sekotak nasi dan es manado kepada seluruh tamu. Hingga adzan terdengar, seluruhnya sudah bisa melakukan santap buka. Dipenghujung acara, panitia membagikan sedekah rejeki dan bingkisan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Halal bi Halal

Melewati sebulan berpuasa, tiba waktunya saling bermaafan. Home base Komunitas Nimas Putri Sabdojati di Perum Taman Surya Kencana B-28, Cluster Venus, Grogol, Tulangan Sidoarjo dipenuhi anggota komunitas dan member senam yang akan halal bi halal. Indahnya suasana Hari Raya Idul Fitri ini terasa lengkap dengan ketupat dan opor buatan Aidah.

Setelah adzan berkumandang

Setelah adzan berkumandang

Para undangan yang bercanda usai buka bersama

Para undangan yang bercanda usai buka bersama

Makannya ditahan sebentar, yuk foto dulu

Makannya ditahan sebentar, yuk foto dulu

Ustad Izzat Abidy memberikan ceramah hingga menjelang maqrib

Ustad Izzat Abidy memberikan ceramah hingga menjelang maqrib

Saat akan memulai ceramah

Saat akan memulai ceramah

Sore yang menyenangkan

Sore yang menyenangkan

Foto bersama pengurus komunitas dan anak-anak panti asuhan (tiang tenda ini juga pengen nampang ya?)

Foto bersama pengurus komunitas dan anak-anak panti asuhan (tiang tenda ini juga pengen nampang ya?)

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Oktober 5, 2009

Membuka Pintu Maaf

Seluruh pengurus dan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati dengan tulus dan penuh kerendahan hati menyampaikan

Taqqabalahu Minna Waminkum….

Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga Allah mempertemukan kita pada bulan mulia Ramadan tahun depan.

Amin…

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Oktober 4, 2009

Marhaban Ya Ramadan

Alhamdulillah….

Allah SWT memanjangkan usia dan mempertemukan kita dengan Ramadan tahun ini. Bentuk syukur atas segala limpahan rejeki dan kemurahan Allah SWT salah satunya akan diwujudkan oleh seluruh pengurus dan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati dengan melakukan buka bersama anak yatim dan duafa dari Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Miftahul Yatama Krian, Sidoarjo, yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Minggu / 13 September 2009

Pukul : 16.00 WIB

Tempat : SINDO Cafe & Fitness, Krian, Sidoarjo

Kegiatan ini akan diisi dengan tausiyah oleh Ustz. Izzat Abidy (IAIN Sunan Ampel Surabaya) serta berbagi keceriaan melalui berbagai aktivitas menarik dengan anak yatim dan duafa.

Bagi yang berkenan untuk memberikan sumbangannya dapat mengirimkannya melalui Bank Tabungan Negara cabang Krian atas nama AIDAH, No Rekening 00222-01-50-000607-3

Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | September 24, 2009

Hajar Penyakit Dengan Aerobik Alternatif

Publikasi : Majalah Liberty

Edisi 2381, 1 – 10 Juli 2009

Gerakan-gerakan aerobic yang diajarkan Aidah diyakini bias menyembuhkan berbagai penyakiut kronis. Hal ini tak lepas dari pancaran energi yang dilepaskan di setiap melakukan gerakan senam.

Suara musik menghentak mengiringi gerakan tubuh Aidah yang memimpin senam aerbik di gedung Sindo Fitness, Sidoarjo. Di belakangnya tampak belasan perempuan berbalut baju senam mengikuti setiap gerakan Aidah dengan penuh semangat. Keringatpun tampak bercucuran membasahi wajah dan tubuh mereka, menunjukan kalau gerakan-gerakan yang dilakukan cukup membuat lelah.

Pun demikian halnya dengan Aidah. Perempuan 41 tahun ini juga tampak mulai terlihat lelah, setelah hampir setengah jam memimpin senam. Meski begitu, istri anggota Koramil Balong Bendo Sidoarjo ini tetap terlihat lincah menggerakan seluruh bagian tubuhnya, mengikuti hentakan suara musik.

Aidah adalah salah seorang instruktur aerobik yang memimpin senam di Sindo Fitness. Namun, berbeda dengan para instruktur yang lain, Aidah memiliki metedo senam tersendiri yang membuatnya begitu dikenal di tempat ini. Bahkan karena keistimewaan yang dimilikinya tersebut, dia memiliki lebih dari 50 orang klien atau murid.

Senam aerobik alternaitf, demikian ibu dua anak ini menyebut gerakan senam yang diciptakannya. Secara mendasar sebenarnya tidak ada yang terlalu berbeda dengan gerakan senam aerobik lain. Para pesenam yang dipimpinannya tetap dituntun melakukan gerakan-gerakan yang bertujuan membakar lemak dan kalori di dalam tubuh. Hanya saja bedanya, di setiap gerakan yang ditunjukannya, Aidah mengaku menebarkan energi yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya.

“Setiap gerakan yang saya tunjukan berfungsi untuk membuka simpul-simpul syaraf di dalam tubuh. Dengan begitu maka aliran energi yang saya pancarkan bisa diterima dengan baik untuk bekerja melancarkan metabolisme di dalam tubuh,” terang Aidah kepada LIBERTY.

Lancarnya metabolisme di dalam tubuh adalah hal terpenting dalam hidup. Sebab dengan lancarnya proses metabolisme tersebut, maka tubuh akan senantiasa sehat dan terbebas dari berbagai gangguan kesehatan. Nah aliran energi yang dipancarkan Aidah diyakini membantu menghancurkan gangguan-gangguan yang menghambat alirah darah. Sehingga proses distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar. Dan tubuh akan senantiasa sehat.

Jadi setiap memimpin senam, otomatis Aidah juga telah melakukan proses pengobatan. Karenanya pada saat-saat tertentu, dia akan menampilkan gerakan yang berbeda. Gerakan itu mirip orang yang tengah menari. Tangannya melambai dengan gemulai sembari mengambil gerakan seperti menebarkan sesuatu. Itulah gerakan pelepasan energi, yang seketika itu juga akan langsung terserap oleh tubuh para muridnya.

“Metode ini awalnya saya temukan secara tidak sengaja. Kebetulan sejak kecil saya telah memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit. Cukup dengan menyentuh saja, berbagai penyakit Insya Allah  bisa saya  sembuhkan. Karena itulah suatu saat, saya pernah melakukan shalat Tahajud dan Istikharah. Dalam shalat itulah, tiba-tiba saya seperti mendapat bisikan, untuk menggabungkan kemampuan yang saya miliki dengan keahlian senam saya. Akhirnya hal ini saya coba, dan berhasil hingga sekarang,” kenangnya.

BERBEDA

Aidah sendiri mengklaim bahwa metode yang diterapkannya ini berbeda dengan metode senam pernafasan yang banyak dilakukan di masyarakat. Sebab, dalam senam yang diajarkannya, para murid tidak perlu susah-susah membangkitkan energi dalam tubuh mereka. Dalam hal ini hanya Aidah yang aktif menyalurkan energi., sedangkan  para muridnya tinggal menerima dan memanfaatkannya.

Hal ini beda dengan senam tenaga dalam yang menuntut para pengikut senam membangkitkan energi dalam dirinya. Yang tentu membutuhkan latihan khusus, yang kemungkinan tidak semua orang bisa melakukannya. Dan dengan pembangkitan energi dalam tubuh itu, maka seseorang akan bisa mengobati dirinya sendiri.

“Sebenarnya tujuan dasar dari senam ini tidak jauh beda dengan senam aerobik lain, yaitu untuk olah raga. Hanya saja di tengah upaya olah gerak tubuh itu, saya mencoba menyalurkan energi, agar mereka yang mengikuti senam ini bisa langsung manfaat dari apa yang dilakukannya,” jelas perempuan yang getol mengenalkan metode senam ciptaannya itu pada masyarakat luas.

Bahkan dengan metode senamnya, Aidah kerap mengikuti lomba dan meraih gelar juara. Hal ini tak lepas dari kekompakan dan keindahan gerakan senam yang ditunjukan tim yang dipimpinnya. Sehingga bisa mengeliminasi para peserta lain yang tidak memiliki kreasi yang berbeda.

Kini nama Aidah telah begitu dikenal. Selain di Sindo Fitness, Aidah juga kerap dating ke beberapa  tempat lain untuk mengajar senam. Bahkan tidak hanya mengajar senam, rumahnya yang berada di Perumahan Taman Surya Kencana, Tulangan, Sidoarjo, kerap didatangi orang yang ingin berobat. Dan untuk mengobati penyakit, selain cukup disentuh, Aidah juga memberi air putih yang sudah didoai. Dengan metode itu, perempuan kelahiran 29 Juni 1968 ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit para pasiennya.

Namun, satu hal yang tetap dipegang teguh oleh Aidah adalah, bahwa dirinya tidak pernah menarik biaya sepeserpun dari jasa penyembuhan yang diterapkannya. Sebab dia merasa bahwa ilmu yang dia miliki berasal dari Tuhan dan dia berkewajiban untuk mengamalkannya. Tapi kalau untuk senam, bagi yang mau ikut tetap dikenakan biaya sesuai yang ditetapkan. Sebab keahlian senam yang diajarkan Aidah diperolehnya dari sekolah yang tentunya butuh biaya untuk mendapatkannya. (Kl@-6)

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | September 10, 2009

Zakat Membukakan Pintu Kemurahan-Nya

Aidah, Pengajar Senam

Publikasi : Majalah Al Falah, Januari 2009

”Zakat autaupun shadaqah bukan hanya membersihkan harta. Tapi, manfaatnya juga bias menyelamatkan kita dari kesulitan dan cobaan. Saya sering membuktikan itu, “ kata Aidah.

Sama seperti orang pada umumnya, saya pun hidup dengan banyak cobaan. Sejak anak pertama hingga ke empat lahir, untuk kebutuhan sehari-hari saja sering kesulitan. Tapi ujian tersebut saya pandang sebagai tanda sayangNya untuk menguji tingkat keimanan kita. Dan Alhamdulillah, cobaan-cobaan itu bisa saya lewati dengan pertolongan Allah juga. Mungkin juga pertolongan itu dating dari doa-doa orang yang menerima bantuan saya. Sekalipun tak punya uang, saya selalu berusaha beramal setiap hari. Tak harus uang, namun tenaga atau pikiran juga bisa.

Saya berkeyakinan bahwa hidup adalah ibadah. Karena hidup hanya sementara sebisa mungkin saya dan keluarga saya berbuat baik kepada orang lain. Zakat yang berasal dari gaji, honor senam atau rezeki lain yang saya terima wajib saya sisihkan sebagiannya untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Yakinlah, bahwa Allah akan membantu kita kalau kita mau memperjuangkan agamaNya. Dan benar adanya, janji Allah itu saya rasakan sendiri. Seringkali saya merasakan kemudahan di saat halangan membentang di hadapan saya. Pernah suatu ketika saya punya masalah keuangan. Tapi diluar dugaan tiba-tiba bantuan dating. Saya yakin apabila kita melakukan apapun dengan hati ikhlas, Allah akan membalas keikhlasan itu dengan balasan yang berlipat-lipat.

Ajak Anak Sisihkan Uang

Pengalaman itu coba saya ajarkan kepada anak-anak. Mereka saya biasakan untuk menyisihkan sebagian rezeki yang mereka terima. Alhamdulillah, mereka akhirnya terbiasa. Sama jyga seperti yang saya lakukan, meski tidak punya uang,minimal mereka melakukannya dengan hal lain seperti memberi kebaikan kepada orang lain.

Sebagai instruktur senam saya berusaha mengajak mereka untuk berdzikir lewat senam. Dengan begitu, saya dan Insyaallah anggota senam yang lainbisa saling mengingatkan dalam hal kebaiakan. Saya yakin bila kita ingat dan mau menjalankan kewajiban kepada Allah,Insyaallah pertolongan itu akan mudah dating. Terlalu banyak kemurahan dari-Nya yang telah saya rasakan. Seakan-akan tidak kata-kata yang mampu mewakillinya.

Yang saya rasakan saat ini semakin banyaknya kesempatan yanga dibuka Allah untuk saya. Kalau bukan karena keridhaan-Nya semua tidak akan bias terjadi. Apa-apa yang saya terima dan saya usahakan sekarang merupakan ridhaa-Nya. Apa ini terjadi semata-mata karena zakat atau shadaqah yang saya lakukan. Hanya Allah yang tahu. Saya hanya berusaha menjalankan kewajiban dan perintah-Nya semata.

Oleh: Redaksi Komunitas Nimas Putri Sabdojati | Agustus 7, 2009

Break, Ziarah Ke Sunan Pangkat

Tanggal merah, saatnya berlibur. Keluarga besar pengurus inti Komunitas Nimas Putri Sabdojati memanfaatkan liburan Isra Miraj dengan berziarah ke Makam Sunan Pangkat yang terletak jajaran kaki gunung berapi Pacet, Mojokerto. Pendakian yang melelahkan itu dilewati dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam berjalan kaki dengan start di parkir pemandian air panas Pacet. Sebelum menuju puncak gunung tempat makam Sunan Pangkat, rombongan berhenti sejenak untuk menikmati panorama pegunungan yang indah. Hingga akhirnya menginjakkan kaki di halaman makam Sunan Pangkat, rombongan merebahkan punggung dan kaki untuk melepas lelah.

Foto bersama usai berziarah di halaman Makam Sunan Pangkat, (kiri-kanan) Rere Nia, Ibunda Rere, Sandi, Aidah, Indriyana, Diki, Dio

Foto bersama usai berziarah di halaman Makam Sunan Pangkat, (kiri-kanan) Rere Nia, Ibunda Rere, Sandi, Aidah, Indriyana, Diki, Dio

(kiri - kanan) Aidah dan Indriyana

(kiri - kanan) Aidah dan Indriyana

Para srikandi Komunitas Nimas Putri Sabdojati. (kiri-kanan) Rere Nia, Ibunda Rere, Aidah, Indriyana

Para srikandi Komunitas Nimas Putri Sabdojati. (kiri-kanan) Rere Nia, Ibunda Rere, Aidah, Indriyana

Sebelum mencapai makam Sunan Pangkat berhenti sejenak di bawah bendera merah putih

Sebelum mencapai makam Sunan Pangkat berhenti sejenak di bawah bendera merah putih

Jangan lihat punggung Sandi, tapi lihat panoramanya...

Jangan lihat punggung Sandi, tapi lihat panoramanya...

Indri pun menikmati udara sejuk pegunungan

Indri pun menikmati udara sejuk pegunungan

Tulisan Sebelumnya »

Kategori