Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | November 26, 2008

AIDAH : KOLABORASIKAN SENAM DENGAN PENGOBATAN ALTERNATIF

Berita pada : Tabloid DELTA POST, Edisi 92 – Minggu III – IV 2008

Tidak sedikit orang yang mencibir meragukan kemampuannya sebagai pelatih senam dan melakukan pengobatan. Sembari terus istiqomah, Aidah akhirnya mampu membuktkan diri dan dinobatkan sbagai ahli metafisika dan penymbuhan Alternatif, untuk kategori ahli energi penyembuhan lewat gerakan senam.

 

Usia yang menginjak 40 tahun tidak mengikis paras cantik Aidah. Ibu 3 orang anak ini selalu terlihat bugar dan segar. Aktivitas senam yang dijalaninya setiap hari menambah penampilannya terlihat indah dan proporsional. Ditunjang kemampuannya sebagai ahli energi penyembuhan lewat gerakan senam, Aidah dapat menyeimbangkan energi dalam tubuhnya.

Kemampuan Aidah melakukan pengobatan alternatif tidak hanya dilakukan untuk dirinya sendiri. Banyak orang yang meminta pertolongannya utuk menyembuhkan berbagai penyakit. Walhasil, tidak sedikit yang mengakui cocok dengan pengobatannya.

“Saya tidak bisa apa-apa. Karena Ridha Allah SWT saya bisa membantu orang lain. Saya senang karena menolong sesama dapat menjalin persaudaraan juga,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Ida ini dengan rendah hati.

Menolong orang lain merupakan hal yang selalu ingin dilakukannya. Pribadinya yang hangat, ramah dan bersahabat menjadi daya tarik bayak orang untuk mencarinya. Ida tidak ingin menolak saat diminta bantuan orang yang sedang sakit.

Ida tidak hanya menjadi instruktur senam dan seorang ahli alternatif, ia juga dipercaya menjadi tempat berkeluh kesah berbagai masalah hidup, terutama masalah rumah tangga.

“Saya hanya menggunakan media air putih untuk menyembuhkan penyakit dan mengatasi permasalahan orang lain,” ujar Ida yang tidak ingin menjadi sombong karena kemampuannya.

Mampu Mengobati Sejak Kecil

Kemampuan Ida menolong orang sebenarnya sudah ia peroleh sejak kecil. Hanya saja,Ida baru menggunakan kemampuannya pada tahun 2000. Ia mendapatkan ilmu itu dari orang tuanya. “Lalu saya mencoba untuk mengkolaborasikannya dengan gerakan senam,” ujarnya.

Ida kemudian mendalami senam dari sebuah sanggar di Sidoarjo untuk menunjang kemampuannya. Dari kemampuan inilah kini ida banyak diminta untuk mengajar senam privat dan berbagai tempat seperti sekolah, kantor ,kecamatan,dan sanggar, dll.

“Senam aerobik gerakannya untuk membakar lemak, lalu saya memberi energi untuk menyembuhkan penyakit yang diderita member (anggota senam yang diajainya, red) tersebut kata istri dari Budi Wahono ini.

Dalam kurun waktu menjalani aktivitasnya, pada tahun 2005, Ida dinobatkan sebagai Ahli metafisika dan penymbuhan Alternatif, untuk kategori ahli energi penyembuhan lewat gerakan senam.Ia menjadi salah satu penerima Posmo Award 2005 bersama dengan Bos Eddy, Bunda Tutik, Bu Intan Pakidulan, dan paranormal lainnya yang terkenal dengan kemampuannya masing-masing.

Ida hanya ingin membantu sesamanya bukan meraup keuntungan. “Ilmu itu tidak boleh ditarif dengan uang, kita menolong harus dengan hati iklas. Apalagi jika yang minta tolong orang yang tidak punya,” kata Ida yang bekerja sebagai koordinator instruktur senam di Sindo Café dan fitness, Mandiri Residence Krian, Sidoarjo.

Awal Karir

Berbagai prestasi telah diraih Ida. Jajaran Tropi yang menghias ruang tamunya menjadi kenangan perjuangan hidupnya.Ida menjalani profesi sebagai instruktur senam awalnya karena tuntutan ekonomi.

“Saya tidak penah berpikir menjadi instruktur senam. Cuma ada rasa kepengin jadi instruktur senam waktu ikut senam di Persit (Persatuan Istri Tentara). Saya awalnya didunia senam karna kurang ekonomi keluarga,” ujar Ida yang suaminya di Koramil Balong bendo.

Kesabaran yang dimilikinya membuat ida rajin menjalani aktivitasnya. Ia kemudian ikut senam di sanggar lain dan memperdalam ilmu senamnya. Ia kemudian menguasai berbagai senam seperti body language, seks education, aerobic, yoga, dll.

“Saya dulu juga kelebihan berat badan, tapi dengan senam badan kembali normal dan sehat,” kata Ida yang aktif di Persatuan Istri Tentara.

Dengan inisiatifnya sendiri, ia mulai mengikuti lomba diberbagai perlombaan dan memenangkannya. Ida berharap ia bisa terus sukses dan eksisi didunia senam.

“Saya ingin menolong sesama dan bisa bahagia dunia akherat,” harap perempuan kelahiran 29 Juni 1968 ini penuh makna.

Sayangnya, senam yang ia lakukan sekarang ini sudah mulai dijiplak orang lain. “Tidak apa-apa, orang yang ikut senam pasti akan dapat merasakan hasilnya ketika senam bersama saya atau dengan instruktur lain yang menggunakan cara yang sama seperti saya,” ujar Ida kembali merendah.

 


Responses

  1. Aktivitas dan prestasi yang luar biasa prima!
    Salut buat Bu Aida.

    Salam Penghusada,
    Wuryanano🙂

  2. Assalamualaikum wr.wb
    Salam bwt mama,mbak Rere n mbak Indri. Sukses n sehat selalu y….
    Aq doain biar tambah sukses n terkenal, klo bsa sampe luar negri. Dan jangan lupa untuk segera di PATENKAN sebab itu harus, supaya nggak di tiru oleh orang, karena hanya ada satu di dunia.
    Semoga ALLAH SWT selalu meyertai kalian.
    Semangat yo, cayo0o0o!!!
    Wes ngono ae
    Wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: