Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | November 29, 2008

AIDAH : Padukan Gerakan Senam Dengan Pengobatan

Berita Pada : Surabaya Post, Minggu, 26 Oktober 2008.

Nama Rubrik : Kiprah

Untuk mendapatkan kebugaran, banyak orang memilih melakukan senam. Banyak ragam senam yang bisa dilakukan, mulai dari yang gerakannya sederhana hingga yang membutuhkan stamina tinggi. Dan Aidah menawarkan senam yang berbeda dalam upaya mengembalikan keseimbangan kondisi tubuh seseorang.

 

Selain mengajarkan senam seperti lazimnya pelatih-pelatih senam, dalamtiap sesi di kelasnya, Aidah kerap memasukkan unsur magis ke setiap muridnya. Tujuannya umtuk mengembalikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. “Saya memang mengkolaborasikan gerakan senam dengan pengobatan non medis yang bisa dilakukan oleh sem,ua orang dalam keadaan sehat ataupun sakit berat,” katanya saat ditemui di kediamannya kawasan Waru Beron, Balong Bendo – Sidoarjo.

Setiap mengajar di kelas, secara otomatis Aidah akan mengerahkan tenaganya untuk menyembuhkan beberapa orang yang saat itu sakit. Maka tak heran jika gerakan – garakan senam yang dia tampilkan, terkadang seperti orang yang sedang mengobati. “Saya secsra sadar melakukan itu, tetapi untuk gerakan penyembuhan itu datang dengan sendirinya,” ujar perempuan kelahiran 29 Juni 1968 ini. Kemampuan melatih senam sudah muncul sejak tahun 2000. “ Saat itu saya sebenarnya masih mengajar senam untuk yang umum. Ya seperti aerobic, BL, atau yang lainnya. Dan di tahun 2000, saya mendapat petunjuk, saya mulai senam yang juga dapat digunakan untuk penyembuhan beberapa penyakit,” kata Aidah di rumah kontrakannya yang rindang.

Ibu tiga anak ini mengaku sejak masa kecil dirinya sudah terbiasa hidup bertirakat, seperti yang diajarkan mendiang orang tuanya dulu. Dan itu dijalankan setiap hari sampai sekarang ini. “Justru kalau saya tidak melakukannya sehari saja sapertinya hidup ini rasanya tidak enak,” katanya.

Dari kegiatan tirakat itulah kemudian ia mendapat sejumah pencerahan dan salahsatunya mendapatkan kemampuan untuk mengobati orang secara non medis, “ Sebetulnya ini lebih pada tangguing jawab sebagai orang yang diberi kemampuan lebih untuk membantu sesamanya, bukan lantaran imbalan,” kata Aidah. Ilmu mengobati itu bukan tak mungkin diturunkan dari ayahnya yang kebetulan juga kerap mengobati orang yang sakit. Dengan kemampuannya, ia juga pernah menyembuhkan orang yang sudah tidak mempandisembuhkan dengan pengobatan medis. “Kalau itu justru bukan dari senam, tetapi dari kemampuan saya menyambuhkan orang sakit secara non medis. Karena mereka memang butuh bantuan dan saya merasa mampu, makanya saya bantu untuk keluar dari penyakitnya,” kata ibunda Sandi Al Mizan, Iham Dio Wijaya, dan Diki Arga Al Shirath ini.

Namun yang membuat wanita ini tetap bersahaja ialah bantuan dalam memasukkan unsure magis dalam senamnya tersebut ialah murni karena ingin membantu tanpa berharap imbalan apapun dan tidak perlu biaya apapun,” katanya.

Beberapa penyakit yang diderita orang yang dating kepadanya yaitu kanker payudara,kanker rahim yang sudah dinyatakan dokter stadium 4, pengaruh narkoba dan sejumlah penyakit lain. Alhamdulillah, beebrapa penyakit tersebut berangsur sembuh setelah saya obati, bahkan yang kanker rahim stadium 4 sekarang sudah bisa memasak segala,” katanya.

Berbekal kemampuannya tersebut, ia poernah pula diajak kerjasama oleh seseorang yang ingin membuatkannya tempat praktik pengobatan. “Saya diberitahu tarifnya untuk beberapa penyakit atau keluhan seseorang dfengan harga sekian. Wah, saya bilang cepat kaya dong, dengan harganya segitu,” ujar Aidah yang langsung menolak tawaran tersebut dengan alasan yang sederhana. “Banyak orang yang sakit tetapi tidak mempunyai uang,bagaimana kalau nasib saya seperti mereka. Semua itu saya kembalikan pada diri saya sendiri,” imbuhnya. Menurutnya hidup ibarat air,kalayu sudah waktunya nanti ia ingin membuat suatu tempat yang disityu bisa ia jadikan untuk tempat kerja orang-orang yang tidak mampu, agar semua bisa bekerja.

Sebagai seorang pesenam,Aidah juga kerap memenangi sejumlah lomba senam. Terakhir dia bersama grupnya ia berhasil menjadi juara dalam kompetisi yang digelar di BG Junction. Sampai saat ini sudah 9 trofi sudah berhasil dia raih,sedang kemampuannya menyembuhkan juga pernah mendapatkan apresiasi dari sebuah majalah lewat pemberian penghargaan.

Selain mengajar senam di sebuah pusat kebugaran di kawasan krian, Sindo fitness dan aerobic, ia juga sebagai coordinator senam di Kecamatan Prambon, Balong Bendo, dan pengajar senam di balai desa dan sekolah di Sidoarjo. (dwi)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: