Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 27, 2012

Ibu Aidah, Pelatih Aerobik Alternatif

Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V /Brawijaya yang Berprestasi

Ibu Aidah lahir 29 Juni 1968, istri dari Sersan Mayor Budi Wahono yang bertugas sebagai Babinsa Koramil Balong Bendo DIM 0816 Sidoarjo. Ditengah kesibukannya sebagai instruktur senam aerobik alternatif dan pengobatan alternatif, Ibu Aidah tidak pernah lupa dengan tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga serta jabatannya sebagai sekretaris di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Koramil Balong Bendo Kodim 0816 Sidoarjo.

Perjalanan keberhasilannya dapat menjadikan bahan inspirasi bagi kita. Semangatnya yang tidak pernah lelah untuk membantu ekonomi keluarga yang sulit, serba kekurangan, membuahkan hasil yang luar biasa dan mendapatkan pengakuan dari berbagai kalangan. Kisah itu diawali pada tahun 1996, ketika Ibu Aidah memulai usaha masakan yang dititipkan ke warung–warung. Namun, makanan bukanlah bidang yang cocok dan pas untuk dirinya. Berdoa dan terus berdoa, tanpa pernah meninggalkan kegiatan rutinnya di Persit. Sampai akhirnya, rutinitas senam yang dilaksanakan di Persit Kartika Chandra Kirana Koramil Balong Bendo Sidoarjo, mengantarkannya sebagai instruktur senam yang tidak asing lagi di wilayah Sidoarjo.

Sepulang latihan senam dari Persit, Ibu Aidah selalu mengulang kembali untuk menghafalkan setiap gerakan yang dikuasainya. Dan itu dilakukan rutin kurang lebih 1 bulan. Setelah yakin dengan apa yang didapatnya, ia memberikan diri untuk mencoba melatih senam kepada anak–anak dan orang tua SD di tempat anaknya bersekolah, tanpa dibayar. Keinginan untuk menurunkan berat badan dan keyakinan bahwa olah raga adalah penting dalam menjalankan pola hidup sehat menjadikan alasan untuk terus berlatih dan mendalami senam khususnya aerobik. Sampai akhirnya banyak permintaan untuk melatih di kecamatan-kecamatan dan instansi–instansi lainnya.

Waktu terus berjalan, berbagai pelatihan dan kompetisi senam rajin diikuti oleh Ibu Aidah, sampai akhirnya berbagai sertifikat, piagam dan penghargaan berhasil diraihnya yang terjajar rapi di rumahnya, seperti Kirana Awards tahun 2009 sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur 2009 yang diserahkan oleh Ibu Nina Kirana Soekarwo (Ibu Guberrnur Jatim), dan Ibu Toety Suwarno (Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V / Brawijaya kala itu). Meraih Penghargaan Citra Kartini Indonesia 2011 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu Bapak Mardiyanto, dan masih banyak penghargaan lainnya yang sudah diraih oleh Ibu Aidah.

Keberhasilan itulah uang menjadikan Ibu Aidah sudah banyak diliput media cetak dan elektronik, bahkan sering mengisi talk show di radio–radio wilayah Jawa Timur. Satu hal yang menarik dari instruktur senam ini, ia mengajarkan senam aerobik yang unik dan berbeda dari yang pernah ada. Karena ibu dari tiga anak ini mengkolaborasikan antara gerakan senam dengan pengobatan alternatif. Metode ini didapat dari keahliannya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit secara alternatif yang diyakini sudah didapatkan sejak kecil.

Kemampuan mengajar senam aerobik dan dapat mengobati penyakit dengan transfer energi ini memberinya jalan untuk menggabungkan kedua keahlian itu. Jadilah Ibu Aidah instruktur senam yang mengajarkan aerobik alternatif. Senam aerobik alternatif diciptakan Ibu Aidah secara mendasar tidak jauh berbeda dengan gerakan senam aerobik lain. Para pesenam yang dipimpinnya tetap dituntut untuk melakukan gerakan–gerakan yang bertujuan untuk membakar lemak dan kalori didalam tubuh. Hanya bedanya, disetiap gerakan yang ditunjukkannya, Ibu Aidah mengaku menebarkan energi yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya.

“Setiap gerakan yang saya tunjukkan berfungsi untuk membuka simpul-simpul syaraf dalam tubuh. Dengan begitu bisa diterima baik untuk bekerja melancarkan metabolisme di dalam tubuh”, ujarnya kepada KK. Gerakan–gerakan aerobik yang diajarkan Ibu Aidah, diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis. Hal ini tak lepas dari pancaran energi yang dilepaskan disetiap gerakan senam yang ia lakukan.

Mengetahui hal ini, kami langsung memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meminta bantuan Ibu Aidah menyembuhkan salah satu rekan kerja kami yang dalam keadaan kurang sehat. Alhasil, pusing-pusing yang dirasakan hilang dan badan lebih fit dari sebalumnya.

Kesuksesan dalam senam aerobik alternatif ini, menimbulkan gagasan untuk mendirikan organisasi Komunitas Nimas Putri Sabdojati, yang merupakan wadah bagi para anggota pesenam aerobik alternatif, dengan visi untuk menyehatkan dan mensejahterakan keluarga anggota komunitasnya dengan menjalin komunikasi dan silaturahmi. Awal mulanya anggota yang mendaftar sampai 500 orang, dan seiring berjalannya waktu anggotanya terus bertambah dan komunitasnya berkembang ke daerah lain.

Di akhir perbincangan dengan Ibu Aidah, KK menemukan obsesi yang sangat mulia dalam menjalani hidupnya. Kelak Ia ingin mendirikan Panti Asuhan. Sedangkan pesan dan harapan yang disampaikan, agar dalam hidup jangan pernah patah semangat dan putus asa, melainkan teruslah berjuang dan berusaha, terus menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan. Dan yang terpenting ikhlas, sabar, takwa, istiqomah dan selalu berdoa agar bisa sukses hidup di dunia dan akherat…. ***(Red KK)

Sumber : Liputan Utama Kartika Kencana, Edisi 87 / Februari 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: