Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 5, 2012

Reuni SMPN 15 Surabaya Angkatan 1985

Ajang Mengobati Kangen Hingga Penyakit
 

 

Jalinan pertemanan semasa dibangku SMP tidak pudar dimakan waktu. Meski harus terpisah selama 27 tahun, mantan siswa SMP Negeri 15 Surabaya angkatan 1985 masih saling menjaga silahturahmi.

 

 

 

Gelaran reuni akbar SMP Negeri 15 Surabaya angkatan 1985 merupakan bukti bahwa persahabatan dan kenangan semasa sekolah itu masih tersimpan kuat. Sebanyak 212 alumni sekolah yang berada di kawasan Surabaya Utara ini berkumpul di lapangan sekolahnya dan menciptakan suasana reuni yang akrab, Minggu (1/7). Panggung hiburan, alunan musik, bagi-bagi doorprize, potong tumpeng dan makanan lezat menjadi bagian dari kemeriahan reuni. Diantara kegiatan itu, juga dilakukan pemberian taliasih kepada 23 guru yang pernah mengajar siswa angkatan 1985.

 

M. Taufan S, ketua panitia menuturkan rasa senangnya bisa bertemu dengan teman-teman lamanya. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Kegiatan ini bukan hanya sekedar berkumpul, tapi untuk saling bertukar informasi. “Dasar kami melaksanakan reuni ini untuk menyatukan teman-teman, saling tolong menolong dan berbagai informasi. Misalnya ada teman yang berhasil, bisa mengajak teman-teman yang kurang,” ujar pria yang aktif dengan kelompok musiknya, Bayudha Entertaiment.

 

 

 

Bakti Sosial Bersama Ny. Aidah

 

Senam bersama dan pengobatan alternatif gratis menjadi salah satu pengisi rangkaian kegiatan reuni. Dilaksanakan sebelum puncak reuni, Jumat (26/6), bakti sosial yang ditujukan bagi walimurid, guru dan karyawan SMPN 15 Surabaya ini digawangi oleh alumni yang berhasil menciptakan senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati dan sukses mengembangkan Komunitas Nimas Putri Sabdojati, Ny. Aidah. Dimulai dengan senam bersama, Ny. Aidah yang tampak bugar memimpin senam aerobik alternatif. Usai senam, wanita peraih penghargaan Kirana Award 2009, Citra Wanita Kartini 2010, Wanita Berprestasi 2012 dan Kartini Award 2012 ini langsung memberikan pengobatan alternatif melalui transfer energi. Meski terlihat lelah karena harus menangani bakti sosial, tapi instruktur yang aktif mengajar senam bagi warga korban dampak lumpur Lapindo ini mengaku sangat bahagia bisa membantu orang lain yang sedang sakit.

 

“Atas ridha Allah SWT, jika mereka kembali sehat, itu sudah menjadi bayaran yang tertinggi buat saya,” tutur Ny. Aidah yang pernah secara langsung menerima penghargaan dari istri Gubenur Jawa Timur Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si dan Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia bersatu Jilid I Mardiyanto.

 

Menyinggung tentang prestasi murid, Ny. Aidah merupakan satu dari ratusan alumni yang sukses dengan karir dan usahanya. Hal ini sangat disyukuri oleh Kepala SMPN 15 Surabaya Dra. Wiwiek Widoningsih, M.Si. “Kalau ada reuni adalah kebanggaan guru. Walau di SMP hanya 3 tahun, tapi kita bisa mengantar murid hingga sukses,” tutur Ny. Wiwiek yang selalu ingin mengarahkan agar reuni diadakan di sekolah bukan di hotel agar dapat mengenang sekolahnya dulu. (rer)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: