Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | September 19, 2012

Aidah, Kreator Senam Alternatif Nimas Putri Sabdojati

Kesabaran Menuntun Terciptanya

Senam Alternatif Nimas Putri Sabdojati

Aidah melakukan gerakan senam mengikuti irama musik yang menghentak. Tubuhnya bergerak lincah penuh semangat. Sesekali dia membalikkan badannya sembari memperhatikan gerakan para anggota senam yang mengikutinya di belakang. Sejurus kemudian Aidah memejamkan mata sejenak, lalu tangannya bergerak dengan sedikit meliuk-liuk. Gerakan itu dia lakukan untuk mengumpulkan energi alam yang kemudian ditransfer kepada seluruh anggota senam. Cara inilah yang rutin dilakukan Aidah untuk mengobati anggota senam yang memiliki berbagai macam penyakit. Senam ini dia beri nama Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati.

 

Pada prinsipnya Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati sama dengan senam aerobik pada umumnya. Hanya saja, Aidah menambahkan gerakan diluar pakem senam untuk mentransfer energi positif kepada siapa saja yang mengikuti gerakan senamnya.

Sebagai seorang instruktur senam aerobik alternatif, begitulah tugas Aidah dengan memberikan arahan gerakan senam yang menyehatkan. Setelah melakukan senam, Aidah juga memberikan air putih yang telah dia doakan untuk membantu pengobatan secara alternatif. Dari cara Aidah memberikan pengobatan, banyak orang yang mengakui merasakan manfaatnya. Setelah senam, badan para anggota senam ini tidak terasa capek dan pegal, sakit yang diderita seperti migrain, kegemukan, vertigo, tidak memiliki keturunan, dan lainnya berangsur menghilang.

Kelebihan Aidah yang dianggapnya sebagai berkah dan kemurahan Allah SWT ini tidak sebatas pada pengobatan melalui gerakan senam. Tapi dia juga memberikan pengobatan kepada siapa saja yang tidak mengikuti senam dengan mentransfer energi, menggunakan media air putih dan pijatan untuk mengurangi penyakit. Kanker, tumor, patah tulang, stroke, dan lainnya.

Aidah juga sering menjadi rujukan untuk berkonsultasi seputar rumah tangga, percintaan dan sebagainya. Untaian kata yang santun dan sikap rendah hatinya membuat nyaman siapa saja yang berbicara. “Ada anak-anak dan lansia yang tidak mungkin ikut senam, jadi saya memberikan pengobatan transfer energi secara langsung. Tapi kalau ada bapak dan ibu yang telah berumur atau lansia ingin ikut senam, saya pasti menyesuaikan gerakan senamnya lebih pelan agar tidak terlalu berat,” kata Aidah saat ditemui di rumahnya.

Tercipta Kolaborasi Senam Dan Pengobatan Alternatif

Aidah telah mengeluti dunia pengobatan alternatif melalui gerakan senam sejak tahun 2000. Awalnya dia belajar senam hanya ingin mengembalikan bentuk tubuhnya yang terlihat gemuk. Alumni SMP Negeri 15 Surabaya lalu mendalami ilmu senam dan  mengikuti berbagai perlombaan senam. Tidak dinyana ibu  3 anak ini berhasil menyabet gelar juara. Setelah lulus mengikuti pelatihan instruktur senam, istri dari prajurit Angkatan Darat ini mulai berkegiatan menjadi instruktur.

Sejalan dengan waktu, Aidah mendapatkan ilham setelah bermimpi bertemu Nabi Khidir. Kemampuan mengobati secara alternatif yang telah dia miliki sejak kecil dihidupkan dan diasah kembali. Lambat laun putri pasangan Muchayah dan Abdul Khamid (alm) mengkombinasikan kemampuannya mengajar senam dengan pengobatan alternatif. Pada 2005, kemampuan Aidah diakui oleh khalayak umum dengan diberikannya Posmo Award bersama 100 ahli metafisika di Indonesia, seperti Bos Edy, Bunda Tutik, dll. Penghargaan ini memicu semangat Aidah untuk berbuat lebih untuk orang lain dan membantu sesamanya tanpa memandang stastus sosial. Perjalanan waktu yang membawanya semakin matang dalam memberikan pengobatan alternatif mengilhami Aidah untuk menciptakan Senam Arobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati. (*)

Mendirikan Komunitas Senam Aerobik Nimas Putri Sabdojati

Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati dan rasa welas asih Aidah dalam membantu mengobati secara alternatif meski tanpa dibayar telah membuatnya mendapatkan nilai plus. Tahun 2009 Aidah meraih Kirana Award sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur. Penghargaan diserahkan oleh istri Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si didampingi para istri Forpida Jatim. Air mata bahagia Aidah tidak terbendung kala menerima penghargaan. “Bukan saya yang merencanakan ini semua. Alhamdulillah, ini karena anugerah dari Allah SWT,” tutur Aidah yang profilnya diabadikan dalam salah satu buku yang dikoleksi Library Of Congress, Amerika, buku Bunga Rampai Wanita Pilihan Jawa Timur 2009.

Lika liku kehidupan dan beratnya halang rintangan dalam membantu sesama tidak membuat Aidah patah semangat dan berkecil hati. Meski rintangan muncul dari keluarganya sendiri, cibiran, hinaan, makian dari sesama teman instruktur makin menguatkan jiwanya dan membawanya pada prestasi-prestasi yang lebih membanggakan. Keikhlasan dan kesabaran yang selalu dijaganya memudahkan Aidah melakoni hidup.

Pada 15 November 2008 di Sidoarjo, Aidah bersama kedua sahabat karibnya membentuk wadah berkumpul bagi pengobi senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati yaitu Komunitas Nimas Putri Sabdojati. Salah satu sahabatnya yang kini menjadi managernya, Indriyana Kusuma Prasetyowati, turut mengembangkan Komunitas Nimas Putri Sabdojati. Komunitas yang memiliki banyak anggota ini melakukan kegiatan sosial, misalnya berkunjung ke panti asuhan, buka bersama anak yatim, dll. Diantara jadwal padatnya, Aidah masih sempat melakukan kegiatan sosial dengan menjadi instruktur senam bagi korban di desa yang terdampak lumpur Lapindo.

Senam aerobik alternatif Nimas Putri Sabdojati dan komunitasnya semakin tumbuh besar. Pemerintah melalui Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjo menaungi keberadaan Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati beserta Komunitas Nimas Putri Sabdojati dengan meresmikannya sebagai anggota. Senam ciptaan wanita yang pernah bersekolah di SD Wali Idris Surabaya dan SMA Tri Tunggal 1 Surabaya ini kian memperkaya jenis olahraga rekreasi di Indonesia.

Jalan terbuka lebar bagi ibu dari seorang Tentara Angkatan Udara, dia mendapat penghargaan Citra Wanita Kartini di Semarang. Penghargaan diserahkan oleh mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, Mardiyanto. Pada peringatan Hari Kartini 2012, Aidah dinobatkan sebagai Wanita Berprestasi 2011-2012 yang ditandai dengan diterimanya Kartini Award 2012 dari anggota DPR RI, Dra. Hj. Popong Ceu Junjunan. Dimomen yang sama, Aidah juga mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Prestasi Indonesia 2012. Aidah dinilai memiliki kontribusi nyata dari profesi yang digelutinya. “Saya tidak ingin berhenti berusaha dan membantu orang lain meski sudah mendapat penghargaan,” singkat anggota Persit Kartika Chandra Kirana ini. (rere)

Biodata

Nama : Aidah

Lahir : Surabaya, 29 Juni 1968

Nama suami : Budi Wahono

Nama Anak :

1. Sandhi Al Mizan 
2. Ilham Dio Wijaya 
3. Diki Arga Alshirath

Alamat : Taman Surya Kencana, Cluster Venus, B-28, Grogol, Tulangan, Sidoarjo

Blog : https://nimasputrisabdojati.wordpress.com

Karir :

  • Ahli pengobatan alternatif melalui transfer energi
  • Instruktur senam di berbagai instansi dan sanggar senam
  • Pecipta Senam Aerobik Alternatif Nimas Putri Sabdojati
  • Pendiri Komunitas Nimas Putri Sabdojati

Penghargaan :

  • Posmo Award 2005 sebagai Ahli Metafisika kategori Transfer Energi Melalui Gerakan Senam
  • Kirana Award 2009 sebagai Wanita Pilihan Jawa Timur
  • Citra Wanita Kartini 2010
  • Kartini Award 2012 sebagai Wanita Berprestasi 2011 – 2012
  • Tokoh Prestasi Indonesia 2012
  • Berbagai prestasi pada perlombaan senam

 

Sumber : Tabloid Kemilau, Edisi 3, Tahun 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: