Oleh: Rere Nia Achmad for Nimas Putri Sabdojati | April 22, 2013

Komunitas NPS Sukses Gelar Kartinian 2013

Komunitas Nimas Putri Sabdojati sukses menyelenggarakan peringatan Hari Kartini 2014, Minggu (21/4/2013) lalu. Kebaya, sandal jepit, membawa bakul atau tempeh menjadi dresscode peringatan tahun ini.

Komunitas yang lahir 15 November 2008 ini mengambil tempat di bekas jalan tol Surabaya-Malang, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Tentu saja, peringatan ini juga mengajak para warga yang desanya terdampak luapan lumpur lapindo, berbaur dengan anggota Komunitas Nimas Putri Sabdojati yang datang dari Gresik, Tuban, Surabaya, dll.

Berbagai media cetak dan elektronik yang hadir turut menyaksikan kemeriahan acara pagi hari itu. Kami merangkumnya dalam kumpulan beberapa berita di berbagai media dibawah ini. Namun, masih ada berita Peringatan Hari Kartini Komunitas Nimas Putri Sabdojati  yang dimuat harian Radar Surabaya, Jawa Pos, Harian Surya, ditayangkan di MNCTV, JTV, SBO TV dll yang tidak dapat kami munculkan  diblog ini.

VIDEO: Warga Korban Lapindo Senam Dengan Mengenakan Kebaya

oleh Eko Yudho

GambarLiputan6.com, Sidoarjo : Demi memperingati Hari Kartini pada 21 April, ratusan perempuan korban lumpur Lapindo dari Kecamatan Porong dan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, turut serta dalam lomba senam pagi dan aerobik.

Namun berbeda dengan senam pada umumnya, para peserta diwajibkan memakai kebaya saat melakukan gerakan senam. Pemandangan unik tampak di jalan raya yang berada tak jauh dari lokasi luapan lumpur Lapindo, Minggu 21 April.

Ratusan wanita yang tinggal di wilayah sekitar luapan lumpur Lapindo turut serta dalam senam berkebaya yang diselenggarakan Federasi Olahraga Kreasi Masyarakat Indonesia (Formi).

Mengenakan kain dan kebaya, tak menghalangi para peserta untuk dapat tetap bergerak lincah penuh semangat. Demi menarik perhatian para juri, sejumlah peserta ada yang menambah penampilannya dengan bakul di punggung.

Bahkan ada yang mengisi bakulnya dengan sayur mayur. Bagi para peserta maupun pengarah gerak atau instruktur yang juga berbusana kebaya, meski jarang mengenakan pakaian tradisional, bersenam sambil berkebaya tidaklah sulit.

Selain diikuti oleh para wanita dari areal sekitar semburan lumpur Lapindo, para peserta juga berasal dari beberapa kota lain, seperti Surabaya, Pasuruan, dan

Gresik. (Frd)

sumber : http://news.liputan6.com/read/567360/video-warga-korban-lapindo-senam-dengan-mengenakan-kebaya

Senam Aerobic Berkebaya Ala Kartini

Tgl: 21/04/2013 15:29 Reporter: Suharjo

 KBRN, Sidoarjo : Memperingati hari Kartini, korban lumpur Lapindo di Sidoarjo menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain lomba menghias nasi tumpeng dan karnaval dan  senam aerobik berkebaya.

Untuk senam aeorobik dengan menggunakan pakaian kebaya itu diikuti ratusan ibu-ibu dilaksanakan di bekas jalan tol di Desa Besuki-Jabon-Sidoarjo. Kegiatan ibu-ibu ini mengundang perhatian masyarakat terutama kaum lelaki. Sedangkan, korban lumpur di perumahan Kahuripan mengadakan lomba jalan sehat dan menghias nasi tumpeng. Ny. Sumarsono, anggota tim penilai lomba menghias nasi tumpeng menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk kembali mengingatkan ke kaum perempuan, sesukses apapun kaum perempuan tetap memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga termasuk diantaranya menyiapkan menu masakan keluarga.

“Jadi perempuan itu harus selalu ingat akan kodratnya,” paparnya sambil mengamati nasi tumpeng yang dinilai, Minggu (21/4/2013).

Lomba menghias nasi tumpeng, di kawasan perumahan korban lumpur Lapindo itu diikuti oleh masing-masing RT di lingkungan RW 10.Desa Jati-Sidoarjo. Sehabis dinilai oleh tim juri,nasi tumpeng yang dihias tadi langsung dimakan beramai-ramai oleh seluruh warga korban lumpur yang tinggal di perumahan Kahuripan Nirwana. (Suharjo/LL/AKS)

sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/50016/Senam-Aerobic-Berkebaya-Ala-Kartini

Berita yang sama juga bisa dibaca di : http://seputarmetro.com/berita-675-senam-aerobic-berkebaya-ala-kartini-.html

Korban Lumpur Peringati Hari Kartini

Published on April 21, 2013 by kabarsidoarjo

kartini

PORONG (kabarsidoarjo.com) – Ratusan ibu-ibu dari korban lumpur Lapindo, Minggu (21/04/2013) menggelar Karnaval memperingati Hari Kartini. Acara Karnaval tersebut dilaksanakan di Desa Besuki tepatnya di eks Tol porong di Daerah Desa Besuki Kecamatan Porong Sidoarjo.

Para ibu-ibu yang mengikuti karnaval hari Kartini itu, tampil dengan busana adat jawa (kebaya. Red) seperti pakaian yang dikenakan R.A Kartini semasa hidupnya.

Selain berbusana kebaya , mereka juga membawa wadah bulat yang biasa digunakan untuk berjualan jamu sebagai simbol wanita jaman dahulu.

Ada yang unik dari acara karnaval yang digelar oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Sidoarjo (Formi) ini , walaupun menggunakan baju kebaya mereka tetap bersemangat mengikuti senam aerobik .

Terlihat dari antusias untuk mengikuti gerakan yang diperagakan oleh instruktur senam aerobik meskipun mengenakan busana kebaya yang nota bene sulit jika digunakan untuk gerakan senam .

Lutfiah , warga Desa Besuki Porong Sidoarjo mengaku senang mengikuti acara peringatan Hari Kartini kali ini.

“Karena R.A Kartini adalah salah satu tokoh wanita yang bisa menjadi tauladan untuk kaum wanita sekarang.” Akunya.

Selain senang dengan perayaan hari Kartini ini , Lutfia berpesan kepada pihak terkait agar segera melunasi ganti rugi korban lumpur lapindo.

“Kami meminta kepada pihak yang menangani proses ganti rugi korban lumpur agar hak kami segera dibayarkan. Kepada pemerintah, tolong lah kami agar ganti rugi segera dibayarkan kepada kami,” tegas Lutfiah. (bagus)

Sumber : http://kabarsidoarjo.com/?p=22097

Berita yang sama juga bisa dibaca di: http://www.infosda.com/?p=3719

Peringati Hari Kartini

Inilah Senam Aerobik Ala Korban Lumpur

Minggu, 21 April 2013 12:27:15 WIB

Reporter : M. Ismail

senam

Sidoarjo (beritajatim.com) – Memperingati Hari Kartini, ratusan korban lumpur melakukan senam aerobik alternatif bersama di tanggul titik 41 eks tol Porong Desa Besuki Timur Jabon, Minggu (21/4/2013).

Uniknya dalam melakukan senam bersama ini, masyarakat yang didominasi ibu-ibu korban lumpur itu dengan menggunakan kebaya dengan menggunakan capil. Banyak juga warga korban lumpur yang ikut senam itu juga sambil menggendong hasil tani yang mereka peroleh dari hasil cocok tanam di sawah.

Menurut Sutrisno senam alternatif sifatnya olahraga yang bisa menyembuhkan penyakit. Ibu-ibu harus sehat jasmani dan rohani. “Kaum ibu harus selalu tegar seperti halnya Ibu Kartini yang bisa menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum wanita di Indonesia,” kata pengurus Formi (Federasi Olah Raga Rekreasi Indonesia) itu.

Usai digelar senam, di area titik 41 juga dibuka pasar tradisional yang berjualan makanan tradisional. Antusias masyarakat untuk membeli jajanan tradisional seperti kucur, jemblem, ote-ote dan lainnya itu, juga banyak sekali yang membelinya. [isa/but]

sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-04-21/168634/Inilah_Senam_Aerobik_Ala_Korban_Lumpur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: